Notification

×

Iklan


Iklan




Persiapan Menyambut Puncak 'Armuzna', Masril Halomoan : Istirahat Yang Cukup dan Banyak Minum Air Putih

Rabu, 12 Juni 2024 Last Updated 2024-06-12T06:53:00Z



AyoMedan.Com - Mekkah, Puncak ibadah haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna) akan segera dilaksanakan oleh seluruh jamaah haji yang saat ini sudah berada di tanah suci. Banyak persiapan yang harus dilakukan, dengan tujuan agar pelaksanaan haji khususnya selama Armuzna berjalan dengan baik.

Menghadapi kegiatan di Armuzna, Ketua kloter 10 KNO Ahmad Saidi Hasibuan dan TPIHI Masril Holomoan Harahap melakukan pembinaan bersama Karom dan Karu di Hotel Ghida Al Shisha, Selasa (11/06/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Masril Holomoan Harahap menjelaskan bahwa rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna, jatuh pada 8 Zulhijah pukul 07.00 - 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS) adalah mobilisasi jemaah dari hotel di Mekkah menuju Arafah.

"Selanjutnya jemaah diarahkan untuk menempati tenda-tenda yang telah disediakan di Arafah. Pada malam hari dilaksanakan mabit atau malam bina iman dan taqwa atau bermalam di Arafah," katanya.

Pada 9 Zulhijah, sambung Masril, dilakukan wukuf di Arafah yang dimulai dengan pelaksanaan khutbah wukuf dan salat dzuhur berjemaah secara jamak qasar dengan shalat ashar.

"Setelah itu, secara bertahap para jemaah haji diberangkatkan ke Muzdalifah dan bermalam di Muzdalifah untuk mengambil batu kerikil," jelasnya .

Selanjutnya, lanjutnya lagi, secara bertahap para jemaah haji diberangkatkan ke Mina untuk mabit, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

"Pada 10 Zulhijah, para jemaah haji beristirahat di Mina. Setelah itu, berangkat menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqobah sebanyak 7 kali, sesuai jadwal yang ditetapkan PPIH," ujarnya.

Ditambahkan Masril, setelah para jemaah haji melakukan tahalul atau mencukur rambut dan kembali ke tenda di Mina, selanjutnya beristirahat dan para jemaah haji sudah bisa mengganti pakaian.

Pada 11 Zulhijah, para jemaah haji berangkat menuju Jamarat untuk melakukan Jumrotul Ula sebanyak 7 batu, Wustho sebanyak 7 batu, dan Aqobah sebanyak 7 batu sesuai jadwal yang diatur oleh PPIH. Kemudian, para jemaah diminta untuk kembali lagi ke tenda di Mina.

Pada 12 Zulhijah , para jemaah haji kembali melakukan Jumrotul Ula sebanyak 7 batu, Wustho sebanyak 7 batu, dan Aqobah sebanyak 7 batu sesuai jadwal yang diatur oleh PPIH.

Pada 13 Zulhijah atau 12 Juli 2022, para jemah haji menuju Jamarat melaksanakan lempar Jumrotul Ula sebanyak 7 batu, Wustho sebanyak 7 batu, dan Aqobah sebanyak 7 batu. Lalu, kembali ke Mekkah.

Masril Holomoan Harahap menyebutkan, jumlah batu kerikil saat lempar jumrah nafar awal adalah sebanyak 49 butir sampai 12 Zulhijjah. Lalu, sebanyak 70 butir bagi nafar tsani menyelesaikan lontar jumrah sampai 13 Zulhijjah. Tujuh butir untuk melempar jumrah aqabah pada hari nahar hari raya Idul Adha yaitu 10 Dzulhijah, kemudian selebihnya untuk hari-hari tasyrik tanggal (11-13 Zulhijah).

“Jemaah haji juga diimbau untuk beristirahat menjelang puncak haji di Armuzna, karena di Armuzna butuh kesiapan fisik yang prima dan jangan lupa banyak minum air putih, karena cuaca di tanah suci saat ini sangant panas,” pungkasnya.(A-Red)

(Dikutip Ayo Medan.Com)