Notification

×

Iklan


Iklan



Warga Paya Geli Protes, Tanah Bekas Galian Parit Dibiarkan Menumpuk dan Picu Pendangkalan Lagi

Kamis, 23 April 2026 Last Updated 2026-04-23T12:52:05Z



AyoMedan.com – Medan. Warga Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, mengeluhkan pekerjaan pengorekan parit di kawasan simpang tiga yang dinilai tidak tuntas. Pasalnya, tanah hasil galian dibiarkan menumpuk di sisi parit tanpa penanganan lanjutan.


Kondisi ini dikhawatirkan justru mengganggu fungsi drainase, terutama saat hujan turun. Tanah yang menumpuk berpotensi kembali masuk ke dalam parit dan menyebabkan pendangkalan, sehingga upaya normalisasi yang dilakukan menjadi sia-sia.


“Masak tanah bekas korekan paritnya dibiarkan begitu saja. Kalau hujan, tanahnya masuk lagi ke parit. Jadi percuma,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.


Pantauan di lapangan menunjukkan, tumpukan tanah berada tepat di bibir parit tanpa pengaman atau pengangkutan lanjutan. Selain mengganggu aliran air, kondisi tersebut juga membuat lingkungan terlihat kumuh dan berpotensi membahayakan pengguna jalan di sekitar lokasi.


Warga menilai pekerjaan tersebut terkesan setengah hati dan tidak memperhatikan dampak jangka panjang. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengerukan, tetapi juga memastikan penanganan material sisa dilakukan secara menyeluruh.


Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui pihak Kecamatan segera turun tangan untuk mengevaluasi pekerjaan tersebut.


"Peran Kecamatan Sunggal juga diharapkan lebih aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan," ketus warga.


Warga berharap ada tindakan cepat, seperti pengangkutan tanah bekas galian atau penataan ulang agar tidak kembali masuk ke parit. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu banjir lokal saat curah hujan tinggi.


“Jangan sampai kerja dua kali. Kami hanya ingin parit ini benar-benar berfungsi dan tidak jadi masalah baru,” ujar warga lainnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan warga tersebut. (A-Red)