Notification

×

Iklan


Iklan



Warga Paya Geli Sampaikan "Surat Keresahan" dan Minta Penertiban Lingkungan, Pasca Pembacokan Erwin Dani Sinaga

Senin, 13 April 2026 Last Updated 2026-04-13T13:53:16Z



AyoMedan.com - Medan. Buntut peristiwa pembacokan yang dilakukan seorang pria yang dikenal dengan sapaan Adit terhadap Erwin Dani Sinaga (57), warga Dusun II Gang Family, Desa Paya Geli, memicu keresahan di tengah masyarakat.


Sebagai bentuk respon, sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di Gang Family, Gang Sulaiman, dan Gang Surya sepakat menandatangani “Surat Pernyataan Keresahan Warga”. Surat tersebut kemudian diserahkan warga kepada Kepala Dusun II pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Dalam surat itu tertulis, keluarga Anan tidak lagi tinggal di lingkungan tersebut.
Menurut warga, selama ini terlapor disapa Adit menumpang tinggal di rumah Anan.


Warga juga menyampaikan sejumlah keluhan terkait kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Di antaranya menyangkut ketertiban penggunaan fasilitas umum serta rasa aman masyarakat.


Beberapa poin yang disampaikan warga antara lain:
1. Adanya dugaan penggunaan badan jalan untuk parkir kendaraan pribadi di gang sempit, yang dinilai menghambat akses keluar masuk warga.
2. Aktivitas tertentu yang disebut-sebut kerap menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan sekitar.
3. Insiden pembacokan yang memicu keributan dan kekhawatiran warga.
4. Adanya korban luka akibat peristiwa dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam.


Warga berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, termasuk penanganan persoalan yang mereka anggap meresahkan.


Terkait hal tersebut, Kepala Desa Paya Geli, Hardi Ismanto, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.


“Siap bang, Insya Allah akan ditindaklanjuti,” tulis pesan singkatnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait perkembangan penanganan kasus dugaan pembacokan tersebut. (A-Red)