Notification

×

Iklan


Iklan



Medan Matangkan Proyek BRT Mebidang, Rico Waas Targetkan Transportasi Modern Rampung 2027

Selasa, 05 Mei 2026 Last Updated 2026-05-05T13:47:32Z


AyoMedan.com - MEDAN. Sebagai kota yang ditunjuk menjadi pilot project pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi proyek strategis tersebut guna menghadirkan sistem transportasi massal yang modern, terintegrasi, dan efektif di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.


Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menggelar pertemuan bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI serta perwakilan World Bank di Balai Kota Medan, Selasa (5/5/2026).


“Proyek ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan bagian dari visi dan misi kami untuk membangun sistem transportasi yang modern dan efektif di Kota Medan,” ujar Rico Waas optimistis.


Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas mengungkapkan bahwa Kota Medan masih membutuhkan tambahan armada dalam jumlah signifikan, yakni sebanyak 183 unit bus, untuk melengkapi 60 unit bus yang telah beroperasi saat ini.


“Saat ini kita memiliki 60 bus eksisting, namun masih membutuhkan tambahan 183 bus. Kami telah mempersiapkan skema pengadaan secara matang agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal. Pengadaan akan dilakukan secara bertahap dengan perhitungan yang cermat,” jelasnya.


Menyadari potensi kepadatan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung, Pemko Medan telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menjalin koordinasi intensif bersama pihak kepolisian guna memetakan titik-titik rawan kemacetan, khususnya di kawasan pusat kota.


“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari solusi atas potensi kemacetan yang timbul selama pembangunan BRT berlangsung,” katanya.


Rico Waas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung proyek strategis ini, mengingat pembangunan BRT ditujukan untuk kepentingan bersama.


“Ini adalah proyek untuk masyarakat. Kami berharap dukungan penuh dari seluruh warga agar pelaksanaannya berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” harapnya.


Sebelumnya, Kasubbid Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Andi Faizah Arsal, memaparkan sejumlah poin penting hasil rapat, di antaranya kesiapan Kota Medan sebagai pilot project yang dinilai telah memenuhi syarat, serta penajaman skema pendanaan, pembagian tanggung jawab, dan target waktu penyelesaian proyek.


“Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kota Medan diharapkan mampu menjadi percontohan bagi daerah lain dalam pengembangan transportasi massal,” ungkap Andi.


Sementara itu, perwakilan World Bank, Nupur Gupta, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah. Ia optimistis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu pada tahun 2027.


“Seluruh tahapan sudah berada di jalur yang tepat. Peran pemerintah daerah sangat krusial dalam memastikan kelancaran proyek ini,” ujarnya.


Dia juga memberikan sejumlah catatan teknis guna menyempurnakan pembangunan BRT yang diharapkan menjadi primadona transportasi massal di Kota Medan.


Dipenghujung pertemuan, Rico Waas menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung jalannya proyek tersebut hingga tuntas.


“Apapun kendala yang dihadapi di lapangan, segera sampaikan kepada saya. Kita akan cari solusi bersama agar proyek ini berjalan sesuai rencana,” dipungkasinya.