Notification

×

Iklan


Iklan



Pemko Medan Kerahkan Alat Berat Bersihkan Parit Tersumbat Penuh Sedimen di Jalan Taduan

Sabtu, 08 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-08T10:30:36Z


AyoMedan.com - MEDAN. Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat menangani persoalan drainase yang tersumbat dan dipenuhi sedimentasi tebal di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (8/8/2026).

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengerahkan jajaran Pemko Medan untuk bergotong royong membersihkan saluran drainase tersebut. Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengantisipasi terjadinya genangan saat hujan.
Kegiatan gotong royong dipimpin Wali Kota Medan yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Medan, Citra Effendi Capah. 

Turut hadir Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Khairul Azmi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) H.T. Chairuniza, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) H. Baginda Siregar, Camat Medan Tembung Muhammad Idris, serta jajaran kecamatan dan kelurahan.

Khairul Azmi mengatakan, kondisi drainase di lokasi cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian parit tersumbat, sementara sedimentasi yang menumpuk sudah cukup tebal. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal dan berpotensi memicu genangan ketika hujan turun.

“Memang kita lihat di kenyataan lapangan, banyak parit yang tersumbat, juga banyak sedimen yang sudah tebal. Nah, ini mengakibatkan terjadinya kadang banjir, air tergenang,” ucapnya.

Menurut Azmi, untuk mempercepat proses penanganan, Pemko Medan mengombinasikan pengerjaan secara manual dengan penggunaan alat berat. 

"Dinas SDABMBK menurunkan satu unit alat berat serta sejumlah truk untuk mengangkut sampah dan material sedimentasi hasil pengerukan. Pengerukan ini merupakan langkah awal sebelum dilakukan penataan drainase secara permanen," katanya. 

Ditambahkan Azmi, Pemko Medan telah merencanakan pemasangan U-ditch di lokasi tersebut yang ditargetkan masuk dalam program pengerjaan tahun 2027.

“Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Targetnya tahun 2027. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total,” ujarnya.

Khairul Azmi menyebut, panjang saluran akan terlebih dahulu diukur secara pasti dengan target aliran air dapat terhubung hingga ke Sei Kera. Setelah pengerukan selesai, petugas akan melakukan pengukuran elevasi serta memperhitungkan kemiringan dan titik belokan saluran secara presisi.

"Langkah tersebut dilakukan agar pemasangan U-ditch nantinya sesuai dengan kondisi kontur dan arah aliran air sehingga fungsi drainase dapat berjalan optimal," tuturnya.

Setelah dikeruk, lanjutnya, elevasinya kita ukur dan kita perhitungkan secara presisi. Jadi nanti U-ditch yang dipasang benar-benar mengikuti kondisi dan arah aliran air.

"Berdasarkan informasi Camat Medan Tembung, warga mendukung penanganan tersebut karena diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan," ungkap Azmi.

Sebelumnya, Citra Capah menegaskan, penggunaan alat berat tidak berarti menghilangkan peran gotong royong manual. Kedua metode tersebut tetap diperlukan karena kondisi teknis setiap saluran berbeda dan tidak seluruh bagian drainase dapat dijangkau alat berat.

“Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual,” katanya.

Capah memastikan, pembersihan drainase tidak berhenti pada kegiatan di Jalan Taduan. 
Penanganan akan dilakukan secara berkesinambungan hingga persoalan drainase di lokasi tersebut ditangani, kemudian dilanjutkan ke wilayah kecamatan lainnya.

“Program ini dilaksanakan kira-kira sampai tuntas semuanya. Dan mungkin di kecamatan-kecamatan lain nanti juga terus berkesinambungan program Pak Wali Kota ini, termasuk pembersihan drainase dan penataan parit semuanya untuk dilaksanakan secara baik di Kota Medan,” ungkap Capah.

Capah juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke dalam parit maupun menutup saluran air tanpa memperhatikan jalur alirannya.
Menurutnya, penutupan parit di depan rumah untuk kepentingan pribadi dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan persoalan bagi masyarakat lainnya.

“Kita harus ada kebersamaan. Jangan mementingkan egois pribadi masing-masing, menutup paritnya di depan rumahnya sehingga menyumbat arus aliran air ke tempat yang lain,” tutup Capah. (A-Red)