Notification

×

Iklan


Iklan



Tak Lagi Menunggu Laporan, Dinas SDABMBK Medan Jemput Bola Petakan Infrastruktur Bermasalah Lewat “Misi Energik”

Kamis, 06 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-06T13:38:49Z


AyoMedan.com – MEDAN. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan mulai mengubah pola penanganan infrastruktur. Tak lagi hanya menunggu laporan masyarakat, dinas ini turun langsung ke wilayah untuk memetakan persoalan jalan, drainase, dan infrastruktur lainnya.

Langkah tersebut dilakukan melalui program “Misi Energik SDABMBK”, yang mengedepankan pola jemput bola sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, didampingi Kepala UPT Medan Utara, mengawali rangkaian kunjungan dengan mendatangi Kantor Camat Medan Belawan, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda SDABMBK menyambangi seluruh kecamatan di Kota Medan. 

Tujuannya, mengidentifikasi secara langsung persoalan infrastruktur sekaligus menyinkronkan data dan menentukan skala prioritas penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Khairul Azmi mengatakan, pola jemput bola tersebut merupakan bentuk komitmen SDABMBK dalam mendukung program prioritas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, khususnya dalam mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur.

“Melalui ‘Misi Energik SDABMBK’, kami ingin memastikan setiap usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang maupun aspirasi saat reses benar-benar ditindaklanjuti. Kami tidak ingin hanya menunggu laporan masuk, tetapi turun langsung ke wilayah untuk melihat kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kecamatan Medan Belawan, sejumlah persoalan infrastruktur dibahas. Di antaranya rencana penanganan Jalan Selebes, Jalan Belawan Bahari, dan Jalan Sicanang.

Ketiga ruas jalan tersebut menjadi perhatian karena memiliki peran penting sebagai akses mobilitas warga sekaligus menunjang aktivitas ekonomi di kawasan Belawan.

Selain membahas ruas jalan prioritas, pertemuan juga diarahkan untuk menyinkronkan data antara kecamatan dan SDABMBK. Dengan demikian, penentuan pekerjaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan, tingkat urgensi, serta kebutuhan masyarakat.

Melalui “Misi Energik”, SDABMBK berupaya memangkas pola kerja yang hanya bersifat menunggu laporan. Dengan turun langsung, persoalan infrastruktur diharapkan dapat terdeteksi lebih awal dan penanganannya menjadi lebih terarah.

Sinergi antara SDABMBK dan pemerintah kecamatan juga diharapkan mampu mempercepat respons terhadap berbagai persoalan jalan, drainase, maupun infrastruktur lainnya di Kota Medan.

Dengan pola jemput bola tersebut, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya lebih cepat, tetapi juga tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (A-Red)