Notification

×

Iklan


Iklan



David Roni Ganda Sinaga Ajak Masyarakat Amalkan Pancasila dan Perkuat Toleransi

Minggu, 25 Oktober 2026 Last Updated 2026-10-25T10:55:31Z



AyoMedan.com – MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, SE, mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, terutama dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta membangun toleransi yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pesan tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) bersama ratusan warga di halaman SDN No. 060826, Jalan Megawati, Gang Damai, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area, Minggu (25/10/2026).

Dalam pemaparannya, David Roni menekankan bahwa memahami Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal kelima silanya. Masyarakat harus mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia.

“Kalau ditanya, kita mungkin hafal semua sila Pancasila. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan Indonesia dapat dimulai dari hal sederhana, seperti gotong royong, menghargai tetangga, dan tidak membeda-bedakan orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, hingga kebiasaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga. Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan, bermusuhan, apalagi memutus hubungan persaudaraan.

Menurut David, masyarakat perlu membiasakan diri menghormati perbedaan dalam pergaulan sehari-hari. Setiap orang memiliki latar belakang dan kebiasaan masing-masing sehingga sikap saling menghargai menjadi kunci terciptanya kehidupan yang harmonis.

“Bangsa kita besar karena keberagamannya. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu Indonesia. Jangan sampai perbedaan suku, agama, atau adat istiadat membuat kita tidak saling menghormati,” tegasnya.

Hindari Perpecahan Akibat Beda Pilihan

David juga menyoroti perbedaan pilihan politik yang kerap memicu perselisihan, bahkan di lingkungan keluarga. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam pemilihan presiden maupun persoalan politik lainnya tidak seharusnya merusak hubungan persaudaraan.

Ia mencontohkan, perdebatan di grup WhatsApp keluarga terkadang berawal dari perbedaan pandangan politik, kemudian berkembang menjadi pertengkaran hingga membuat anggota keluarga saling menjauh.

Padahal, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Setiap orang memiliki hak menentukan pilihannya dan hak tersebut harus dihormati tanpa harus memutus silaturahmi.

“Jangan hanya karena berbeda pilihan, keluarga tidak saling menyapa. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga. Jangan sampai kita sendiri yang merusak hubungan, sementara orang yang kita dukung tetap menjalani kehidupan seperti biasa,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat persatuan harus diwujudkan melalui sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Toleransi Dimulai dari Diri Sendiri dan Keluarga

Lebih lanjut, David Roni menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan sikap nyata yang harus dibiasakan sejak dari diri sendiri dan keluarga.

Menurutnya, pendidikan kebangsaan perlu dimulai dengan mengajarkan anak-anak menghormati orang lain, tidak melakukan diskriminasi, serta menjalin hubungan baik dengan tetangga tanpa memandang suku dan agama.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang. Dengan toleransi yang kuat, perbedaan justru dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai dan saling mendukung.

“Pesan saya, mari kita kuatkan toleransi mulai dari diri sendiri dan keluarga. Ajarkan anak-anak kita menghargai perbedaan. Jangan mudah terprovokasi dan jangan menjadikan perbedaan sebagai sumber permusuhan,” katanya.

Politisi muda Fraksi PDIP ini berharap kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata.
Ia menegaskan, persatuan dan toleransi merupakan modal penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Indonesia memiliki kekuatan karena keberagamannya. Mari kita rawat persatuan, perkuat toleransi, dan jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (A-Red)