Notification

×

Iklan


Iklan



Rico Waas Minta Kuota Bantuan Pendidikan Mahasiswa Medan Ditambah

Sabtu, 24 Oktober 2026 Last Updated 2026-10-23T23:33:19Z



AyoMedan.com – MEDAN. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta kuota bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu ditambah pada 2027. Tahun ini, Pemko Medan mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk 245 mahasiswa.

“Ini harus ditambah lagi kuotanya tahun depan. Kalau untuk pendidikan harus ditambah. Masih banyak yang bisa diefisienkan untuk mendongkrak bantuan pendidikan seperti ini,” kata Rico saat penyerahan bantuan di Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam, Medan, Jumat (23/10).

Rico menegaskan, bantuan tersebut merupakan uang rakyat yang harus disalurkan secara tepat sasaran. Ia mengingatkan mahasiswa agar menghargai perjuangan orang tua yang telah berupaya menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi.

“Jangan berterima kasih kepada saya, tetapi kepada orang tua kalian. Dengan segala keterbatasan dan kesulitan, mereka berupaya menyekolahkan kalian sejak SD, SMP, SMA hingga kuliah,” ujarnya.

Menurut Rico, pemerintah harus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menghambat generasi muda menyelesaikan pendidikan tinggi. 

Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan dan meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di dunia kerja. 

Rico juga mendorong para penerima bantuan kelak berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap suatu saat ilmu yang didapat bisa diaplikasikan untuk kota ini. Kembalilah dan mengabdilah untuk Kota Medan. Mengabdilah untuk Indonesia,” pesannya.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, menjelaskan bantuan tahun 2026 menyasar mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga 5. Sebanyak 245 mahasiswa menerima bantuan dari total anggaran Rp3 miliar, dengan nilai maksimal Rp6 juta per semester.

Persyaratan IPK minimal ditetapkan 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,50 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).

Perwakilan mahasiswa penerima bantuan, Muhammad Fahrezi Harahap, mengapresiasi program tersebut karena dinilai meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi mahasiswa untuk terus belajar.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas program ini. Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Sebelum penyerahan bantuan, motivator Yovie Andinata turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar membangun pola pikir positif, terus belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. (A-Red)