Notification

×

Iklan


Iklan



Edison Ginting: 'Mburo Ate Tedeh' Momen Eratkan Persaudaraan Masyarakat Karo dengan Rico Waas

Rabu, 04 November 2026 Last Updated 2026-11-03T23:34:58Z


AyoMedan.com - MEDAN. Persiapan pelaksanaan Mburo Ate Tedeh telah rampung. Kegiatan yang menjadi momentum mempererat persaudaraan dan melepas kerinduan masyarakat Karo ini akan digelar di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 15.00 WIB.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan prosesi penabalan merga (marga) kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan istrinya, Airin Rico Waas. Prosesi adat ini menjadi simbol kedekatan, penghormatan, sekaligus pengikat tali persaudaraan antara keluarga Waas dan masyarakat Karo.

Ketua Panitia Muhammad Edison Ginting didampingi Sekretaris Harry Indrawan Tarigan mengatakan, seluruh persiapan kegiatan telah rampung. Mburo Ate Tedeh direncanakan dihadiri masyarakat Karo, sejumlah kepala daerah, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, tokoh adat, serta cendekiawan Karo.

"Mburo Ate Tedeh bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Karo. Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin memperkuat ikatan kekeluargaan serta kecintaan terhadap adat dan budaya Karo," ucap Ginting.

Dalam prosesi penabalan adat, Rico Waas akan ditabalkan sebagai merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan. Sementara Airin Rico Waas akan ditabalkan sebagai beru Sembiring Pelawi dengan bebere Karo Sekali Suka Piring.

Ginting menjelaskan, penabalan merga tersebut memiliki latar belakang sejarah yang erat dengan hubungan antara kakek Wali Kota Medan, Letnan Jacob Waas, dan Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings.

Letnan Jacob Waas diketahui merupakan teman seperjuangan sekaligus ajudan Letjen Jamin Gintings dalam perjuangan melawan Belanda di Tanah Karo dan Sumatera Utara pada masa revolusi sekitar 1947.

"Hubungan sejarah antara Letnan Jacob Waas dan Letjen Jamin Gintings menjadi salah satu latar belakang penabalan merga ini. Kami ingin mengenang sekaligus menghormati ikatan persaudaraan dan perjuangan yang telah terjalin sejak masa itu," jelasnya.

Selain prosesi penabalan merga, Mburo Ate Tedeh juga akan dimeriahkan dengan berbagai rangkaian adat dan budaya Karo. Di antaranya penampilan alat musik tradisional, prosesi adat, tradisi adu pengantin yang melibatkan tarian dan nyanyian, serta manuk sangkep atau makan nasi bersama.

Menurut Ginting, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Karo sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Karo kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

"Kami berharap seluruh masyarakat Karo se-Kota Medan dapat hadir untuk menyukseskan kegiatan ini, meningkatkan tali silaturahmi dan mempererat persaudaraan sesama masyarakat Karo," pungkasnya. (A-Red)