AyoMedan.com - Medan. Perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyampaikan kinerja pelaksanaan APBN hingga 31 Januari 2026 yang menunjukkan capaian positif.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumut, Rudy Rahmaddi bersama pimpinan unit vertikal Kemenkeu di Sumut memaparkan sinergi pengelolaan APBN yang transparan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.
Realisasi pendapatan dan hibah APBN di Sumut tercatat sebesar Rp1,92 triliun atau 4,61 persen dari target. Sementara belanja negara mencapai Rp6,53 triliun atau 11,76 persen dari pagu, tumbuh 15,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja pemerintah pusat hingga akhir Januari 2026 terealisasi Rp823,14 miliar, didominasi belanja pegawai sebesar Rp709,33 miliar untuk gaji dan tunjangan aparatur negara. Belanja barang tercatat Rp80,20 miliar dan belanja modal Rp33,62 miliar, terutama untuk program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta layanan hukum.
Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp5,71 triliun atau 16,46 persen dari pagu, dengan komponen terbesar Dana Alokasi Umum sebesar Rp3,73 triliun.
Di sektor pembiayaan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumut mencapai Rp1,03 triliun kepada 18.166 debitur, sedangkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp57,99 miliar kepada 8.345 debitur.
Dari sisi penerimaan, pajak yang dihimpun hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp1,6 triliun atau 4,39 persen dari target tahunan.
Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp3,06 triliun, serta Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp116,66 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan kinerja awal APBN 2026 di Sumatera Utara tetap terjaga dan diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (A-Red)