AyoMedan.com – Medan. Menandai satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Medan menggelar tasyakuran dan doa bersama.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid Ar-Rivai, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (20/2/2026) tersebut menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian penting selama setahun kepemimpinan keduanya.
Sejumlah capaian yang disoroti antara lain pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga upaya menjaga keamanan masyarakat di Kota Medan.
Kehadiran Rico Waas dalam kegiatan tersebut disambut hangat ratusan anggota BKMT Kota Medan dengan lantunan salawat yang menggema di dalam masjid.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus BKMT Kota Medan atas terselenggaranya kegiatan tasyakuran dan doa bersama tersebut.
“Ini merupakan bentuk apresiasi kepada kami. Alhamdulillah selama satu tahun memimpin, banyak pelajaran yang kami terima. Banyak persoalan yang telah kami telaah dan berupaya kami selesaikan,” ujar Rico Waas.
Dia juga memaparkan sejumlah capaian selama setahun kepemimpinan bersama Zakiyuddin Harahap, salah satunya dalam pembenahan tata kelola pemerintahan.
"Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya nilai A untuk kinerja pelayanan publik Kota Medan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada tahun 2025, yang menjadikan Kota Medan sebagai yang terbaik di Sumatera Utara," sebutnya.
“Kami terus melakukan evaluasi dan pembaruan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tambahnya.
Di sektor ekonomi, Rico Waas menyebutkan bahwa capaian investasi Kota Medan juga menunjukkan tren positif. Pemerintah Kota Medan sebelumnya menargetkan investasi sebesar Rp7,6 triliun, namun realisasinya melampaui target hingga mencapai Rp14,5 triliun.
“Kami sangat terbuka terhadap masuknya investasi ke Kota Medan. Kami pastikan iklim investasi tetap kondusif dan proses perizinan tidak dipersulit,” tegasnya.
Peningkatan investasi tersebut, lanjut Rico, berdampak langsung terhadap terbukanya lapangan pekerjaan. Dalam satu tahun kepemimpinan Rico–Zaki, tercatat sekitar 23 ribu tenaga kerja berhasil terserap di berbagai sektor.
“Saya menargetkan selama masa kepemimpinan kami sebanyak 50 ribu lapangan pekerjaan dapat tercipta. Saat ini sudah terserap sekitar 23 ribu tenaga kerja. Artinya, pada tahun pertama kami telah mencapai lebih dari 50 persen dari target tersebut,” jelasnya.
Selain itu, Pemko Medan juga terus memperkuat kolaborasi dengan Polrestabes Medan untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang tercatat menurun sekitar 14 persen.
Bahkan, Pemko Medan juga menyiapkan skema bantuan bagi korban kecelakaan akibat aksi begal sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.
“Apabila terjadi kecelakaan akibat pembegalan yang menyebabkan korban luka, maka seluruh biaya perawatan kesehatannya akan ditanggung oleh Pemko Medan,” ujar Rico Waas, yang disambut tepuk tangan para jamaah.
Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Rico Waas berkomitmen untuk mempercepat perbaikan jalan rusak serta menata estetika kota, salah satunya dengan membebaskan 12 ruas jalan dari kabel yang melintang.
Di bidang sosial, Pemko Medan juga berencana menambah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah kota akan melakukan revitalisasi seluruh puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan serta merenovasi RSUD Dr. Pirngadi Medan menjadi rumah sakit berskala internasional.
“Apa yang kami lakukan bersumber dari masyarakat, maka harus dikembalikan kepada masyarakat. Ini adalah tanggung jawab kami,” ungkap Rico Waas seraya memohon doa dan dukungan agar dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Medan.
Sementara itu, Ketua BKMT Kota Medan, Nurasiah Harahap, mengatakan bahwa tasyakuran dan doa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun kepemimpinan Rico–Zaki.
“Acara ini menjadi momentum sejarah sekaligus refleksi dan evaluasi untuk membangun Kota Medan yang lebih maju, humanis, religius, dan berdaya saing,” tutupnya. (A-Red)