Notification

×

Iklan


Iklan



Wali Kota Medan Ultimatum Seluruh Camat Tak Ada Lagi Sampah Berserakan, DLH Diminta Perketat Pengawasan

Kamis, 19 Februari 2026 Last Updated 2026-02-19T02:09:39Z



AyoMedan.com – Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melayangkan ultimatum keras kepada seluruh camat se-Kota Medan terkait persoalan sampah yang masih berserakan di berbagai ruas jalan.


Pernyataan tegas itu disampaikan saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan tugas Satuan Pemantauan dan Perawatan Infrastruktur Kota (SAPA KOTA) di Balai Kota, Rabu (18/2/2026).


“Semua camat, jangan banyak alasan lagi. Mulai hari ini jangan ada sampah berserakan di wilayah masing-masing,” tegas Rico.


Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh lagi dianggap sepele. Baik di kawasan pinggiran maupun pusat kota, kebersihan harus menjadi prioritas. Ia menuntut komitmen bersama seluruh jajaran untuk memastikan wajah Kota Medan bersih dan tertata.


“Hari ini kita berkomitmen, tidak ada lagi sampah berserakan. Paham?” ujar Rico menekankan.


Program SAPA KOTA sendiri merupakan sistem pemantauan berbasis grup WhatsApp yang memungkinkan pimpinan perangkat daerah dan camat melaporkan persoalan infrastruktur secara harian untuk ditindaklanjuti secara cepat, terukur, dan akuntabel.


Tak hanya camat, Rico juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar lebih proaktif mengawasi dan mengendalikan persoalan sampah.


“Tanggung jawab DLH tetap harus mengontrol, sebelum dan sesudah pembersihan. Sampah bukan hanya urusan kecamatan, tapi juga induk lingkungan hidup di Kota Medan,” tegasnya.


Selain sampah, Rico turut menyoroti jalan rusak, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), dan lampu lalu lintas. Ia mengakui sejumlah laporan sudah ditindaklanjuti, meski belum sepenuhnya maksimal.


“Perbaikan PJU jangan sampai berulang-ulang di titik yang sama. Harus tuntas dan berkualitas,” katanya.


Untuk jalan rusak dan infrastruktur lainnya, perangkat daerah diminta menyampaikan laporan harian agar dinas teknis, khususnya SDABMBK, dapat segera melakukan penanganan di lapangan.


Rico menegaskan, SAPA KOTA bukan sekadar grup komunikasi, melainkan ruang koordinasi lintas OPD agar penanganan persoalan kota tidak terpusat pada satu dinas atau kecamatan saja.
“Semua harus saling menjaga kota ini. Jangan dibebankan hanya ke satu pihak,” ujarnya.


Agar program berjalan efektif, ia memerintahkan Bappeda memberikan peringatan kepada OPD maupun camat yang tidak aktif melaporkan kondisi wilayah setiap hari. “Kalau tidak ada laporan harian, beri warning,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menyoroti tumpukan sampah di sekitar Stadion Teladan. 
Menurutnya, kondisi tersebut mencoreng wajah kota, terlebih stadion tersebut tengah dalam proses revitalisasi.


“Stadion Teladan adalah ikon Kota Medan. Jika dikelilingi sampah, tentu merusak estetika dan citra kota. DLH harus segera mencarikan solusi, jangan sampai TPS dibiarkan terus,” katanya.


Selain sampah, Zakiyuddin juga menyoroti keberadaan hewan ternak seperti babi dan kambing di sekitar permukiman warga yang dinilai mengganggu aktivitas dan melanggar aturan. Pemerintah diminta bertindak tegas demi kenyamanan dan ketertiban lingkungan. (A-Red)