AyoMedan.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi utama dalam membangun daerah yang berkeadilan, unggul, dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pada Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (15/4/2026).
Menurut Bobby Nasution, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Sumatera Utara yang maju dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kita meyakini kolaborasi mampu menggerakkan potensi besar daerah, mulai dari pantai barat hingga pesisir timur, dari pegunungan Bukit Barisan hingga Kepulauan Nias,” ujar Bobby yang
hadir bersama Wakil Gubernur Sumut, Surya.
Mengusung tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Bobby mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Utara resmi berdiri pada 15 April 1948 berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948.
Saat ini, lanjutnya lagi, Sumut telah berkembang menjadi 33 daerah otonom yang terdiri dari 25 kabupaten dan 8 kota dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa—sebuah potensi besar yang mencerminkan keberagaman sekaligus kekuatan daerah.
Dari sisi pembangunan, Sumatera Utara menunjukkan capaian positif.
Pertumbuhan ekonomi tercatat 4,53% dengan kontribusi terbesar di Pulau Sumatera sebesar 23,52%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,47 poin, melampaui rata-rata nasional. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 7,24%, lebih baik dibanding angka nasional sebesar 8,25%.
Selain itu, gini rasio berada di angka 0,283 dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,32%. PDRB provinsi tumbuh 5,23% dengan PDRB per kapita mencapai Rp78,31 juta. Dari sisi lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,96 poin, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 25,78 juta ton CO2e.
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemprov Sumut juga mencatatkan peningkatan signifikan. Indeks Pelayanan Publik (IPP) tahun 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori A- (sangat baik), sementara nilai SAKIP meningkat menjadi 69,11 poin dengan predikat B.
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah pun mencapai 95,62 poin (kategori sangat baik). Selain itu, Pemprov Sumut kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025.
Meski demikian, Bobby menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa wilayah. Ia menekankan perlunya penguatan mitigasi, penataan ruang, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Ke depan, pembangunan Sumut akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah melalui hilirisasi sektor pertanian, industri, dan pariwisata.
Dia juga menyoroti persoalan serius terkait tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang menjadi tantangan dalam pembangunan SDM.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian serius dan berkelanjutan terhadap persoalan ini,” tegasnya.
Pada peringatan HUT ke-78 ini, Bobby bersama pimpinan DPRD Sumut turut menyerahkan bingkisan kepada para mantan gubernur, mantan Sekda, dan mantan Ketua DPRD Sumut, serta kepada kepala desa, lurah, kepala sekolah, tenaga kesehatan, dan siswa berprestasi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumut, Sutarto, menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara. Ia berharap di usia yang semakin matang, Sumut dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-78 untuk Sumatera Utara. Semoga ke depan Sumut semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Sutarto.
Rapat paripurna ini turut dihadiri Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, para bupati dan wali kota se-Sumut, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama. (A-Red)