AyoMedan.com – MEDAN. Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti persoalan ketidakadilan pendidikan yang dinilai masih terjadi di Sumatera Utara.
Koordinator aksi, Risky Fauzy Hasibuan dan Rahmatun Bangun Situmorang, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut. Mereka meminta penghapusan komite sekolah yang dianggap membebani orang tua siswa serta mendesak adanya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh pelajar, khususnya di daerah terpencil.
Menurut massa aksi, masih banyak pelajar di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Deli Serdang, yang belum mendapatkan fasilitas dan kualitas pendidikan yang layak. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan ketimpangan pendidikan yang hingga kini belum terselesaikan secara maksimal.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei lalu. Dalam orasinya, para mahasiswa mendesak pemerintah agar lebih serius meningkatkan mutu pendidikan dan menekan tingginya biaya sekolah yang dinilai memberatkan masyarakat kecil.
“Pendidikan harus bisa diakses seluruh masyarakat tanpa diskriminasi dan tanpa biaya yang membebani rakyat,” teriak salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Massa aksi juga membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pendidikan di Sumatera Utara. Secara bergantian, para peserta menyampaikan orasi di depan gerbang DPRD Sumut dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Situasi sempat memanas ketika massa membakar ban bekas dan menggoyang pagar besi kantor DPRD Sumut. Mereka juga meminta bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti, guna menyampaikan aspirasi secara terbuka. (A-Red)