Notification

×

Iklan


Iklan



Wong Chun Sen Ajak Warga Amalkan Pancasila dan Perkuat Gotong Royong di Tengah Ancaman Radikalisme

Minggu, 09 Agustus 2026 Last Updated 2026-08-09T03:13:40Z


AyoMedan.com - MEDAN. Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, M.Pd.B., mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, tetapi benar-benar menghayati dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Wong Chun Sen saat melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Willem Iskandar No. 08, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (9/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Medan Tembung Affandi Harahap yang mewakili Camat Medan Tembung, Awaludin mewakili Lurah, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Donald Simanjuntak.

Dalam sambutannya, Affandi Harahap menyampaikan bahwa pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

"Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila semakin kuat, sehingga mampu membentuk karakter bangsa yang berintegritas, toleran, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menanamkan semangat gotong royong, menjaga kerukunan, menaati peraturan, serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Affandi turut mengapresiasi Wong Chun Sen yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Pembinaan wawasan kebangsaan diharapkan mampu memperkuat persatuan dan membangun komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," sebutnya.

Sementara itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebatas hafalan atau simbol kenegaraan. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku masyarakat sehari-hari.

"Jangan hanya menggaungkan Pancasila, tetapi kita juga harus memahami dan memaknainya. Pancasila bukan hanya untuk dihafal, melainkan harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," kata Wong.

Ia menjelaskan, Pancasila menjadi landasan penting dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan wilayah.

Mulai dari nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, musyawarah untuk mencapai mufakat, hingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, menurut Wong, harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Wong mengangkat tema "Gotong Royong: Pancasila dalam Tindakan". Ia menilai semangat gotong royong merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila.

"Gotong royong berarti kita bekerja bersama-sama, saling menolong dan saling membantu secara sukarela. Intinya, kita tidak bisa hidup sendiri. Kita pasti bergantung kepada orang lain dan harus bersatu dengan satu tujuan," ujarnya.

Wong mengatakan, penerapan gotong royong dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat. Di antaranya kerja bakti membersihkan lingkungan, membersihkan parit untuk mencegah banjir, memperbaiki fasilitas umum hingga membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.

Menurutnya, kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan yang dihadiri masyarakat juga merupakan salah satu bentuk kebersamaan dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya persatuan.

"Contohnya kerja bakti. Ketika masyarakat bersama-sama membersihkan lingkungan, membersihkan parit atau membantu memperbaiki fasilitas umum, itu merupakan bentuk gotong royong. Begitu juga ketika ada warga yang mengalami kesulitan, kita hadir dan membantu," jelasnya.

Wong juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan suku, agama, budaya maupun karakter sebagai alasan untuk saling menjauh atau mempertentangkan satu sama lain.

Menurutnya, keberagaman merupakan kenyataan yang harus diterima dan dikelola dengan semangat persatuan. Ia mengibaratkan kehidupan masyarakat dengan keluarga yang memiliki karakter berbeda-beda, tetapi tetap dapat hidup berdampingan dengan rukun.

"Jangan ada dalam diri kita merasa paling hebat dan menganggap yang lain tidak benar. Kita harus belajar hidup bersama. Dalam satu rumah saja karakter anak-anak bisa berbeda, tetapi bagaimana kita tetap bisa hidup bersama dengan rukun. Itu yang harus kita gali," katanya.

Orangtua Diminta Awasi 
Penggunaan Gawai Anak

Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen juga mengingatkan para orangtua agar lebih aktif mengawasi penggunaan telepon seluler atau gawai oleh anak-anak.

Ia menilai perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan apabila tidak disertai pendampingan orangtua.

Wong mengimbau orangtua memperhatikan perubahan perilaku anak, terutama apabila anak cenderung tertutup, jarang bergaul dan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian dengan gawai.

"Kalau anak pendiam, tidak suka bergaul dan lebih banyak bermain HP sendiri di kamar, ini harus menjadi perhatian orangtua. Anak-anak perlu didampingi dan diajak berkomunikasi," katanya.

Wong menyebutkan, berdasarkan materi yang pernah diterimanya dalam kegiatan terkait pencegahan radikalisme, terdapat perhatian terhadap potensi paparan paham radikal melalui ruang digital.

Namun, Wong menekankan bahwa informasi mengenai paparan tersebut perlu dipahami secara hati-hati dan tidak boleh dijadikan dasar untuk memberikan stigma kepada anak maupun kelompok tertentu.

Menurutnya, orangtua memiliki peran penting dalam membangun komunikasi terbuka dengan anak agar berbagai persoalan yang mereka hadapi dapat diketahui sejak dini.

Salah satu cara yang dapat dilakukan, kata Wong, adalah membangun kebiasaan berkumpul dan berbincang bersama keluarga, termasuk saat makan bersama.

"Intinya kembali kepada gotong royong dan kebersamaan. Kalau anak-anak memiliki masalah, orangtua bisa mengetahuinya melalui komunikasi di meja makan. Jangan sampai anak merasa sendirian dan mencari jawaban dari sumber yang tidak tepat," ujarnya.

Politikus Partai PDIP ini berharap pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan toleransi serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.

"Kalau kita memahami Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka gotong royong, toleransi dan persatuan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat," pungkas Wong Chun Sen. (A-Red)