AyoMedan.com - MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri, mendesak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengevaluasi kinerja seluruh lurah yang dinilai lalai menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin di tingkat kelurahan.
Saipul menilai kondisi kantor kelurahan semestinya menjadi cerminan kedisiplinan, pelayanan dan keseriusan aparatur dalam menjalankan tugas. Karena itu, persoalan kebersihan, kerapian hingga pemeliharaan fasilitas kantor tidak boleh dianggap sebagai hal sepele.
"Bagaimana mau melayani masyarakat kalau membenahi dan merawat kantornya saja tidak becus. Kantor lurah itu merupakan tempat pelayanan masyarakat, sehingga harus menunjukkan kesiapan dan profesionalitas aparatur," tegas Saipul kepada
AyoMedan.com, Rabu (30/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Saipul menyusul beredarnya video kunjungan Wali Kota Medan Rico Waas ke Kantor Lurah Dwikora.
Dalam kunjungan tersebut, kondisi kantor menjadi perhatian karena ditemukan sejumlah persoalan terkait kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.
Menurut Saipul, kejadian tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Pemko Medan untuk tidak hanya melakukan pembenahan pada satu kantor kelurahan, tetapi juga memastikan seluruh lurah menjalankan fungsi kepemimpinannya secara serius.
Sebagai bagian dari jajaran pemerintahan paling dekat dengan masyarakat, sambung Saipul, lurah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan administrasi, penanganan persoalan warga serta koordinasi dengan perangkat kecamatan berjalan dengan baik.
"Jangan hanya masyarakat yang dituntut tertib. Pemerintah juga harus memberikan contoh. Kalau kantor sendiri tidak terawat, bagaimana masyarakat mau melihat pemerintah sebagai tempat mendapatkan pelayanan yang baik?" katanya.
Politisi Partai NasDem itu juga meminta Wali Kota Medan memberikan perhatian terhadap kinerja lurah secara menyeluruh. Evaluasi, menurutnya, tidak cukup hanya melihat pencapaian administrasi, tetapi juga kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan kantor, kualitas pelayanan serta respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Saipul secara khusus menyoroti kinerja Lurah Dwikora. Ia meminta Wali Kota tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kelalaian dalam menjalankan amanah jabatan.
"Terkhusus untuk Lurah Dwikora, kalau memang tidak mampu menjaga amanah dan menjalankan tanggung jawab sebagai lurah, lebih baik diganti. Jabatan itu adalah amanah, bukan sekadar posisi," tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap lurah penting dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan antara program dan komitmen Wali Kota Medan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan kondisi di lapangan.
"Pak Wali Kota sudah menunjukkan perhatian langsung dengan turun melihat kondisi kantor kelurahan. Sekarang tinggal bagaimana temuan itu ditindaklanjuti. Jangan berhenti pada teguran, harus ada perbaikan dan evaluasi terhadap pejabat yang bertanggung jawab," ujar Saipul.
Saipul berharap seluruh lurah di Kota Medan menjadikan kejadian tersebut sebagai peringatan untuk lebih disiplin, peduli terhadap kondisi kantor dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau ingin pelayanan publik semakin baik, maka pemimpinnya harus memberikan contoh dari hal paling dasar. Kantor bersih, tertib, pegawai disiplin dan masyarakat dilayani dengan baik. Itu standar minimal yang harus dipenuhi setiap kelurahan," pungkasnya. (A-Red)