Notification

×

Iklan


Iklan



Wali Kota Medan Dorong Kajian Pembangunan Tanggul Atasi Banjir di Kelurahan Beringin Medan Selayang

Sabtu, 03 Oktober 2026 Last Updated 2026-10-03T03:24:59Z

AyoMedan.com - MEDAN. Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendorong langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Salah satu solusi yang tengah didorong ialah pembangunan tanggul di sepanjang kawasan yang dinilai rawan terdampak luapan Sungai Babura.



Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri kegiatan gotong royong massal sekaligus Sapa Warga di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (3/10) pagi.

Rico mengatakan, persoalan banjir di Kelurahan Beringin tidak cukup hanya ditangani melalui pengerukan atau pembangunan drainase. Menurutnya, diperlukan perencanaan jangka panjang yang mampu mencegah luapan air sungai masuk ke permukiman warga.

"Kita tidak ingin menutup mata. Ada problem di Kelurahan Beringin ini, terutama di Kecamatan Medan Selayang. Dampaknya sangat berat kepada masyarakat. Pemerintah harus hadir, tetapi kehadiran pemerintah bukan hanya untuk bertahan atau mendampingi saat banjir, melainkan harus menghadirkan solusi," ujar Rico.

Rico mengungkapkan, dirinya sebelumnya telah meninjau langsung kondisi Kelurahan Beringin dan melihat dampak banjir yang cukup parah. Bahkan, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terjangan air dan material lumpur.

"Rumah-rumah warga tertimbun lumpur. Bukan lagi hanya semata kaki, tetapi ada yang sampai setengah badan masuk ke rumah. Saya juga melihat ada rumah yang kondisinya tinggal pintu. Sebagian bangunannya sudah hilang terbawa air," ungkapnya.

Karena itu, Rico meminta perangkat daerah terkait tidak hanya mengandalkan penanganan darurat, tetapi mulai menyusun langkah permanen untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

Ia menyebutkan, salah satu usulan yang disampaikan Camat Medan Selayang adalah pembangunan dan peningkatan kapasitas drainase di sejumlah titik, termasuk kawasan Jalan Saudara. Saluran yang sudah dibangun dinilai belum sepenuhnya mampu mengalirkan air menuju Sungai Babura karena masih terdapat bagian yang berupa parit alami.

"Ini perlu kita sampaikan kepada Dinas PU untuk direncanakan pembangunan drainasenya. Jangan sampai saluran yang ada tidak mampu menampung air ketika terjadi kenaikan debit," jelasnya.

Selain drainase, Rico juga meminta dilakukan kajian pembangunan crossing atau saluran penghubung menuju Sungai Babura. Namun, ia menegaskan pembangunan tersebut harus melalui perencanaan teknis yang matang, terutama terkait elevasi dan arah aliran air.

"Jangan sampai kita bangun crossing, tetapi airnya malah balik ke sini. Kalau airnya kembali ke permukiman, justru persoalan akan semakin parah. Karena itu harus melalui perencanaan yang benar, termasuk melihat elevasi dan ketinggian sungai," katanya.

Rico juga menyebut adanya usulan pembangunan drainase sepanjang sekitar 300 meter di kawasan Sungai. Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat aliran air dari kawasan permukiman.

Namun, menurutnya, persoalan utama tidak hanya terletak pada kemampuan drainase mengalirkan air. Ketika permukaan Sungai Babura lebih tinggi dibandingkan kawasan permukiman, drainase tetap tidak akan maksimal.

"Kalau drainasenya kita bangun tetapi ketinggian air tetap berada di atas rumah, drainase juga tidak akan berfungsi secara maksimal. Ini yang harus kita pikirkan," ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Rico mendorong Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II yang memiliki kewenangan terhadap Sungai Babura.

Menurut Rico, pembangunan tanggul menjadi salah satu opsi yang perlu dikaji untuk mencegah luapan Sungai Babura langsung masuk ke kawasan permukiman warga.

"Kami mendorong pembangunan benteng atau tanggul. Kalau melihat posisi daerah kita yang memang lebih rendah, mungkin dibutuhkan tanggul supaya air tidak meluber ke permukiman. Tetapi ini membutuhkan perencanaan dan kajian yang benar," tegasnya.

Rico meminta Dinas SDABMBK bersama BWS Sumatera II mempelajari secara teknis apakah pembangunan tanggul dapat menjadi solusi bagi kawasan Kelurahan Beringin, khususnya Lingkungan V dan VI yang menjadi salah satu titik dengan dampak banjir cukup parah.

"Apakah tanggul ini menjadi solusi untuk Kelurahan Beringin, khususnya Lingkungan V dan VI, harus kita kaji. Kita ingin ketika air sungai meluap, air tidak langsung masuk ke kawasan ini, tetapi bisa dialirkan ke bagian lainnya. Ini yang harus kita carikan solusinya," katanya.

Ia menegaskan, seluruh usulan tersebut akan dibawa menjadi bahan kajian dan perencanaan bersama perangkat daerah terkait. Jika hasil kajian menunjukkan pembangunan tanggul dan infrastruktur pendukung menjadi solusi yang tepat, Pemko Medan akan mendorong pelaksanaannya pada tahun mendatang.

"Bahasa saya saat meninjau adalah usulan berdasarkan pengalaman wilayah, camat memberikan saran, masyarakat juga memberikan saran. Ini akan kami bawa langsung untuk menjadi kajian sehingga perencanaan tersebut bisa dilaksanakan. Tahun depan akan kami dorong," ujar Rico.

Selain persoalan banjir, dalam kegiatan Sapa Warga tersebut Rico membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan pelayanan publik secara langsung. Mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, UMKM, bantuan sosial, persampahan, penerangan jalan umum (LPJU), infrastruktur, rumah tidak layak huni hingga persoalan ketenagakerjaan.

Rico menegaskan, Sapa Warga merupakan bagian dari upaya Pemko Medan memastikan pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat dan mendengar persoalan yang terjadi di tingkat lingkungan.

"Problem kita tidak hanya satu. Silakan sampaikan apa pun yang menjadi persoalan kepada saya hari ini. Pemerintah harus hadir dan mencari solusi atas persoalan masyarakat," pungkasnya.

Turut mendampingi, Pj Sekda Kota Medan Erfin F Razi, Aspem Sofyan, Pimpinan OPD, Camat Medan Selayang, Lurah Beringin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat.

Dalam sapa warga itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas juga menyerap berbagai masukan dari perwakilan masyarakat yang hadir dan termasuk memberikan solusi atas permasalahan yang disampaikan. (A-Red)