Notification

×

Iklan


Iklan



PTPN IV PalmCo Genjot Ekspor CPO dan Efisiensi Biaya, Optimistis Capai Target Akhir 2026

Jumat, 06 November 2026 Last Updated 2026-11-06T15:05:56Z


AyoMedan.com - MEDAN. PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) terus mematangkan strategi operasional dan finansial guna memastikan pencapaian target akhir tahun 2026. Memasuki kuartal IV, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini memprioritaskan peningkatan volume ekspor langsung (direct export) Crude Palm Oil (CPO), efisiensi biaya produksi, serta transformasi menuju tata kelola perkebunan berbasis presisi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Q4 yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi, hingga Regional Management. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan memastikan seluruh strategi perusahaan berjalan optimal dalam menghadapi penutupan tahun buku 2026.

Genjot Ekspor dan Efisiensi Biaya

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa optimalisasi kinerja pada sisa waktu tahun ini difokuskan pada pengawalan produksi secara ketat dari hulu hingga hilir. Selain meningkatkan volume ekspor langsung, perusahaan juga memperkuat efisiensi terstruktur untuk menjaga daya saing biaya produksi dan profitabilitas.

“Tahun ini kita melakukan inisiatif untuk memperluas pasar melalui direct export. Namun, kuncinya tetap berada pada pengawalan produksi di lapangan, memastikan kepastian pasokan, serta menjaga mutu yang ketat mulai dari proses di pabrik hingga manajemen logistik. Di sisi lain, kita terus menekan cash cost melalui inisiatif Go Lean dan Go Secure agar margin perusahaan tetap terjaga secara fundamental,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, keberhasilan strategi ekspor tidak hanya ditentukan oleh perluasan pasar, tetapi juga konsistensi pasokan, kualitas produk, serta efisiensi logistik. Karena itu, seluruh lini operasional perusahaan terus diarahkan untuk mendukung pencapaian target produksi dan penjualan.

Optimalisasi Aset dan Pengembangan Green Business

Selain memperkuat kinerja operasional, Jatmiko juga menekankan pentingnya pengelolaan aset perusahaan secara terukur dan optimalisasi potensi bisnis hijau (green business).

PTPN IV PalmCo memastikan seluruh aset perusahaan berada dalam penguasaan fisik serta memiliki legalitas yang tuntas. Langkah ini dilakukan untuk memitigasi risiko dan memperkuat kepastian dalam menjalankan kegiatan operasional.

Di sisi lain, perusahaan terus meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan limbah sawit. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas methane capture serta meningkatkan penjualan cangkang sawit sebagai bagian dari pengembangan bisnis berkelanjutan.

Smart Plantation Jadi Kunci Daya Saing

Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, Desrial, menyoroti pentingnya transformasi tata kelola perkebunan menuju konsep Smart Plantation. Menurutnya, keunggulan perusahaan perkebunan ke depan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh produktivitas per hektare dan ketepatan alokasi biaya.

Desrial menilai integrasi mekanisasi di lapangan dengan digitalisasi sistem perusahaan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing.

“Transformasi ini adalah keharusan. Eksekusi operasional yang didukung oleh mekanisasi akan menjamin standarisasi proses dan efisiensi waktu, sementara digitalisasi memastikan setiap pelaporan dan pengambilan keputusan manajerial terkalibrasi secara objektif, cepat, dan berbasis data mutakhir. Keduanya harus berjalan beriringan agar corrective action di lapangan dapat dilakukan seketika,” tegas Desrial.

Penerapan Smart Plantation diharapkan mampu mendorong produktivitas kebun, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Perkuat GCG dan Pengawasan Internal

Dewan Komisaris turut menekankan pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh tingkatan manajemen. Kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Instruksi Kerja (IKA) harus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pengawasan berjenjang juga perlu diperkuat, dimulai dari lini pelaksana pertama, guna memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan serta mencegah potensi penyimpangan administratif maupun operasional.

Melalui penguatan strategi produksi, peningkatan ekspor CPO, efisiensi biaya, optimalisasi aset, serta transformasi digital perkebunan, PTPN IV PalmCo optimistis mampu mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir tahun.

Sinkronisasi seluruh strategi tersebut diharapkan dapat mendorong pencapaian target perusahaan secara optimal sekaligus memperkuat fundamental bisnis PTPN IV PalmCo dalam menghadapi tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompetitif. (A-Red)