AyoMedan.com – MEDAN. Kerusakan jalan lingkungan dan persoalan banjir masih menjadi keluhan warga Kecamatan Medan Marelan. Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemko Medan untuk melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Rico saat menggelar Safari Jumat di Masjid Djafar Warahmah, Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Jumat (6/11/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi dan sejumlah pimpinan perangkat daerah tersebut, Rico merespons langsung keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan, drainase, dan ancaman banjir.
Salah seorang warga, Widya, yang tinggal di Gang Anggrek, Lingkungan VII, mengeluhkan kondisi jalan di lingkungannya yang rusak. Ia juga meminta pembangunan benteng di bagian belakang permukiman guna mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi.
Menanggapi keluhan itu, Rico mengatakan perbaikan jalan lingkungan tersebut akan diupayakan masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2027. Sementara untuk penanganan banjir, ia meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terlebih dahulu mengidentifikasi sumber serta aliran air agar solusi yang diterapkan tepat sasaran.
"Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan kita perbaiki itu. Pengurusan drainasenya juga nanti diidentifikasi dulu. Jangan sampai ditutup, tetapi malah melebar ke samping. Kita cek di mana permasalahan utamanya," kata Rico.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, yang turut hadir menyampaikan bahwa usulan penanganan jalan lingkungan tersebut akan dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan tahun 2027.
"Adapun persoalan aliran air akan ditelusuri lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai," katanya.
Selain persoalan infrastruktur, warga lainnya, Nurjannah, menyampaikan permohonan bantuan tenda dan kursi untuk mendukung kegiatan perwiritan di lingkungannya.
Rico langsung menyanggupi permintaan tersebut dan memastikan bantuan segera disalurkan.
"Baik, Bu Nurjannah. Tadi permohonannya bantuan tenda dan kursi, ya? Beres, Bu. Besok dikirim bantuannya," ujarnya.
Rico mengakui, kawasan Labuhan Deli dan Medan Marelan masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan, di antaranya banjir rob, kondisi tanggul, kerusakan jalan, serta drainase yang belum memadai.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui perbaikan sementara, melainkan membutuhkan perencanaan yang matang dan penanganan jangka panjang.
"Kami sebenarnya tidak ingin hanya melakukan tambal sulam. Kalau tambal sulam, mungkin sementara terlihat bagus, tetapi akhirnya banjir lagi. Jadi, memang dibutuhkan penanganan jangka panjang," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rico menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Medan Marelan merupakan bagian dari komitmen Pemko Medan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan Medan Bagian Utara.
Wilayah Medan Bagian Utara yang meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli mendapat perhatian khusus dengan alokasi 35 persen dari total anggaran infrastruktur Kota Medan.
"Pada tahun ini, kami telah menetapkan alokasi 35 persen dari anggaran infrastruktur Kota Medan untuk empat kecamatan di Medan Bagian Utara," katanya.
Rico memastikan alokasi tersebut tetap dipertahankan pada tahun 2027. Bahkan, ia menegaskan anggaran untuk kawasan Medan Utara tidak boleh mengalami pengurangan.
"Untuk tahun depan juga sama, tidak boleh kurang. Dari seluruh anggaran infrastruktur yang dialokasikan di Kota Medan, 35 persen kembali kita arahkan ke Medan Bagian Utara," tegasnya.
Berdasarkan laporan camat, sebanyak 161 pekerjaan pembangunan tengah dilaksanakan di Kecamatan Medan Marelan. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan jalan, jalan lingkungan, serta drainase.
Rico menyebut masih banyak gang di Medan Marelan yang kondisi jalannya berupa tanah, mengalami kerusakan, bahkan belum dilengkapi drainase. Selain itu, kapasitas saluran drainase yang kecil juga belum mampu menampung aliran air secara optimal sehingga menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan.
Dalam kesempatan Safari Jumat tersebut, Pemko Medan turut menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk renovasi Masjid Djafar Warahmah. Bantuan lainnya berupa satu set mesin pembersih AC, 70 polybag bibit cabai, satu set tenis meja, serta satu unit rak buku lengkap dengan buku dan e-book.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan kamar mandi dan tempat wudhu serta peresmian Taman Baca Al-Qur'an Anak Nelayan di area masjid.
"Melalui kegiatan Safari Jumat ini, kami berharap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara konkret sehingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas lingkungan di Medan Marelan semakin dirasakan manfaatnya oleh warga," pungkasnya. (A-Red)