Notification

×

Iklan


Iklan


Kepala BPS : Mei 2023, Cabai Merah Penyumbang Deflasi Tertinggi di Sumut

Senin, 05 Juni 2023 Last Updated 2023-06-05T12:20:18Z
Teks foto, Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin saat siaran persnya 


Ayomedan.com - Medan, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat komoditas cabai merah menjadi penyumbang tertinggi deflasi secara month-to-month/mtm pada Mei 2023. 


"Kami mencatat pada Mei 2023 ini Sumut mengalami deflasi tertinggi 0,12 persen dipicu cabai merah," kata Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin dalam siaran persnya, Senin (05/06/2023). 


Selain dipicu turunnya harga cabai merah, sambung Nurul, penyumbang deflasi juga berasal dari angkutan udara 0, 06 persen, tomat 0,03 persen, kentang dan angkutan antar kota masing-maaing 0,02 persen. 


"Sedangkan deflasi secara year on year (yoy), penyumbang utamanya adalah minyak goreng 0,17 persen disusul cabai nerah 0,16 persen, tomat 0,15 persen, bawang merah 0, 14 persen dan ayam ras 0,08 persen," jelasnya.


Hasanudin juga memaparkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di lima kota di Sumut, pada Mei 2023 ini secara umum menunjukkan kenaikan. 


"Data BPS Sumut, pada Mei 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 3,66 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 109,18 pada Mei 2022 menjadi 113,18 pada Mei 2023," terangnya.


Pada tingkat inflasi month to month (mom), lanjutnya lagi, sebesar 0,27 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,37 persen. 


"Dari gabungan lima kota di Sumut secara yoy, yakni Sibolga, Pematang Siantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli tercatat inflasi sebesar 3,66 persen dengan IHK sebesar 113,18," tuturnya.


Menurut Nurul, inflasi yoy tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 4,39 persen dengan IHK sebesar 116,88 dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 3,54 persen dengan IHK sebesar 114,55. 


"Inflasi yoy itu terjadi karena adanya kenaikan harga dan itu ditunjukkan naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran," jelas Hasanudin. 


Ditambahkan Nurul, kenaikan harga itu mulai dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,67 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,38 


"Dari kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,68 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,95 persen, kelompok transportasi sebesar 14,48 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen," tukasnya.


Kemudian kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 7,55 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,56 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,19 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,24 persen. 


Sementara itu, komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Mei 2023, antara lain bensin, sebesar 1.00 persen, beras 0,49 persen, rokok kretek filter 0,29 persen, angkutan dalam kota 0,20 persen dan ikan dencis 0,17 persen. 


"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi mtm pada Mei 2023, antara lain daging ayam ras 0,17 persen, ikan dencis 0,13 persen, rokok kretek filter dan bawang putih masing - masing 0,03 persen serta ikan tongkol 0,02 peesen," pungkasnya.  ( A-Red)