Notification

×

Iklan


Iklan



Harmoni Cap Go Meh 2577 di Medan, Ketua Permabudhi Sumut: Keberagaman Adalah Kekuatan, Bukan Perbedaan yang Memecah

Selasa, 03 Maret 2026 Last Updated 2026-03-03T01:02:38Z


AyoMedan.com – Medan. Ribuan masyarakat memadati perayaan Harmoni Cap Go Meh 2577 Kongzili Tahun 2026 yang digelar Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sumatera Utara di Centre Point Mall Medan, Senin (2/3) malam.


Perayaan Cap Go Meh sebagai puncak rangkaian Tahun Baru Imlek itu tak hanya dihadiri tamu undangan, tetapi juga menyedot perhatian pengunjung mall. 



Kegiatan tersebut menjelma menjadi ruang perjumpaan lintas suku dan agama, menegaskan Medan sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi toleransi.


Ketua Permabudhi Sumut, Drs. Wong Chun Sen M.Pd.B, mengapresiasi kerja keras Ketua Panitia, Budi Malem, SMT, yang dinilai sukses menyelenggarakan acara megah meski hanya dimotori empat panitia inti.


“Ini bukti bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong mampu melahirkan perayaan yang luar biasa. Harmoni bukan berarti sama, tetapi saling menghormati dan saling mendukung dalam keberagaman,” tegas Wong yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Medan.


Dia menekankan, Cap Go Meh bukan sekadar pesta budaya etnis Tionghoa, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat toleransi, memperluas dialog, serta menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.


“Kota Medan kaya akan suku, agama, dan budaya. Dalam keberagaman itulah kita menemukan kekuatan. Jadikan perbedaan sebagai energi pembangunan, bukan sumber perpecahan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.


Wong juga mendorong Permabudhi Sumut agar terus merangkul seluruh majelis dan lembaga keagamaan Buddha tanpa membeda-bedakan aliran, serta aktif memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah demi kepentingan umat dan masyarakat luas.


Perayaan tahun ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Wong berharap momentum tersebut semakin mempererat harmoni antarumat beragama di Kota Medan.


“Semoga tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, kesuksesan, dan kedamaian bagi kita semua,” harapnya.


Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama RI Provinsi Sumut, Sukasdi, SE, menegaskan bahwa Cap Go Meh harus menjadi ruang merayakan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.


“Semua agama mengajarkan kebaikan. Mari jadikan harmoni sebagai jati diri bangsa Indonesia yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Perwakilan Wali Kota Medan yang hadir turut menyampaikan ucapan Selamat Imlek dan Cap Go Meh kepada masyarakat Tionghoa di Kota Medan, seraya berharap tahun baru membawa kedamaian, kebijaksanaan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga.


Sebelumnya, Ketua Panitia Budi Malem, SMT, menjelaskan rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, diisi pameran budaya Tionghoa, pertunjukan seni dan tari tradisional, hingga atraksi barongsai yang memikat pengunjung.


“Terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah mendukung. Tanpa kebersamaan, acara ini tidak mungkin berjalan sukses,” ujarnya.


Bernuansa merah di bawah cahaya lampion yang berpendar, perayaan ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, serta hiburan barongsai dan penampilan vokal solo artis lokal Tionghoa yang semakin menghangatkan suasana.


Malam itu, Kota Medan kembali membuktikan dirinya sebagai rumah besar keberagaman—tempat harmoni bukan sekadar slogan, tetapi nyata dirayakan bersama. (A-Red)