Notification

×

Iklan


Iklan


Dalam RDP Lanjutan, Komisi D Akan Lakukan Tes Ulang Limbah Cair PT Latexindo Toba Perkasa

Jumat, 18 Agustus 2023 Last Updated 2023-08-18T07:56:44Z



Ayomedan.com - Medan, Komisi D DPRD Sumut kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan, terkait pengolahan limbah hasil produksi PT Latexindo Toba Perkasa diruang rapat komisi, Jum'at (18/08/2023).


Diawal rapat, Ketua Komisi D Benny H Sihotang (Gerindra), didamping Wakil Ketua Roni Situmorang (Nasdem) mempertanyakan kenapa pimpinan PT Latexindo Toba Perkasa yang berada di Dusun II Desa Muliorejo Kecamatan Sunggal ini tidak hadir dalam RDP lanjutan.


"Seharusnya mereka menyadari, apabila mencari makan di Sumatera Utara, seharusnya hadir apabila dipanggil lembaga Legislatif ini. Kalau memang tak mau hadir, gak usah berusaha di Sumut ini lagi," tegasnya.




Sementara itu, Sugianto Makmur (PDI-P) mengungkapkan bahwa pada RDP pertama di bulan lalu, Komisi D merekomendasikan agar masyarakat diikut sertakan saat pengambilan sampel limbah cair hasil produksi PT Latexindo Toba Perkasa.


"Tetapi laporan yang saya terima, masyarakat tidak dilibatkan sama sekali dalam pengambilan sampel limbah tersebut. Hal itu sangat disayangkan, mengingat terlibatnya masyarakat sudah disepakati dalam RDP terdahulu," ucapnya kesal.


Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut Yuliani Siregar juga menjelaskan, bahwa saat ini 'baku mutu' menjadi pedoman untuk pengujian hasil limbah sebuah perusahaan.


Sartono selaku perwakilan PT Latexindo Toba Perkasa Latexindo, mengungkapkan bahwa air limbah yang keruh itu hasil pencucian produksi. "Airnya memang keruh, tapi tidak berbau," tuturnya.


Kembali Sugianto Makmur mempertegas, bahwa air limbah yang keruh, berarti mengandung sesuatu zat didalamnya. "Yang menjadi ganjalan dihati saya, masak air limbah yang keruh itu dibilang tidak masalah ataupun berbahaya. Oleh karenanya, aya usulkan untuk melakukan pengambilan ulang sampel limbah PT Latexindo," pintanya.


Menimpali ucapan Sugianto Makmur, Benny Sihotang jadi meragukan 'Safiro And Tiro' atau hasil Laboratorium milik PT Latexindo Toba Perkasa. "Sebab hasil laboratorium yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara, mutu air limbahnya sangat baik," ucapnya penuh tanda tanya.


Sedangkan Zulkifli (Demokrat) menawarkan, kalau dirinya bersedia mendampingi Abangda Sugianto Makmur untuk turun ke lokasi, saat pengambilan ulang sampel limbah PT Latexindo. "Saya siap mendamping saat pengambilan sampel ulang nanti," bilangnya, dan rencana ini disambut baik oleh DLH Sumut.




Sementara itu, Suhardi Sukas, salah seorang warga yang hadir menyampaikan, sudah hampir 35 tahun baru sekarang sekarang ini pihak PT Latexindo dihadirkan dalam RDP di Komisi D Sumut.


"Disini saya sampaikan, limbah perusahaan akan dibuang pada saat kami nyenyak tertidur. Saya juga menerangkan bahwa parit yang selalu dialiri air limbah, sudah kami tutup. Dan mirisnya, kami dibenturkan dengan masyarakat yang menurut saya tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan yang ada," terangnya.


Dalam pertemuan ini, perwakilan DLH Deliserdang akan mengikuti rencana dari DLH Sumut. "Kami mengikuti rencana dari DLH Sumut aja Pak," imbuhnya.


Kesimpulan RDP ini, lanjut Benny, Komisi D akan melakukan pengambilan sampel ulang. "Sebab, pada pengambilan sampel yang pertama dilakukan oleh DLH Sumut, kurang dapat dipertanggung jawabkan keakuratan nya. Untuk itu, Komisi D menskor RDP ini," pungkasnya.  (A-Red)