Notification

×

Iklan


Iklan


Penguatan Wawasan Kebangsaan, Baskami Ajak Masyarakat Tanam Nilai Pancasila

Selasa, 26 September 2023 Last Updated 2023-09-26T14:06:03Z



Ayomedan.com - Medan, Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting (foto) mengajak seluruh warga Kecamatan Medan Polonia dan Medan Petisah untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.


Hal itu disampaikan Baskami, pada pemaparannya pada kegiatan 'penyebarluasan ideologi dan penguatan wawasan kebangsaan', di Gang Soor, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (26/09/2023)


Menurut Baskami, dalam tahun politik saat ini, Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Dengan Pancasila, bangsa Indonesia memiliki tujuan dan arah yang sama.


"Pancasila sebagai pemersatu bangsa yang merekatkan segala ras, suku, agama, budaya. Menjelang tahun politik ini, berbeda pilihan boleh, tetapi tidak boleh menjelek-jelekkan, intimidasi, maupun fitnah," katanya.


Politisi PDI Perjuangan juga menyebut, sikap toleransi, menghargai sesama, berlapang dada tentang perbedaan, merupakan satu di antara, nilai penting dalam Pancasila.


"Bila kita adu gagasan, harusnya dengan sikap yang baik, tetap menjunjung tata krama dan menjaga tali persaudaraan," harapnya.


Amatan dilapangan, hadir pada kegiatan tersebut, Camat Medan Petisah,  Budi Ansary Lubis beserta jajaran, beserta segenap unsur Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI-P Medan Petisah dan Medan Polonia.


Baskami memandang penguatan toleransi, pemajuan kesetaraan hak, dan jaminan kebebasan beragama/berkeyakinan, serta penguatan rasa kebangsaan harus senantiasa hadir dalam kehidupan berbangsa, bernegara.


"Kita sebagai Wakil Rakyat memberikan contoh, teladan dan tanpa lelah terus mengobarkan nilai-nilai cinta tanah air, semangat patriotik. Mari kita jaga keutuhan bangsa ini," tambahnya.


Baskami juga berpesan kepada para generasi muda, yang nantinya akan menjadi pemilih dalam pemilu 2024 untuk cerdas menggunakan hak politiknya.


"Generasi muda ini merupakan jenis pemilih dengan jumlah terbanyak di pemilu nanti. Saya minta agar cerdas menggunakan hak politiknya, jangan terjebak politik identitas, black campaign yang berawal dari hoaks," pungkasnya.