Notification

×

Iklan


Iklan



Warga Jl Pantai Timur Keluhkan Limbah Menyengat Saluran Parit Sebuah Sekolah di Medan Helvetia

Senin, 16 Maret 2026 Last Updated 2026-03-16T12:49:55Z


AyoMedan.com – Medan. Seorang warga Jalan Pantai Timur No.65, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Rezky Yudarty Solia SH, menyampaikan keluhannya terkait aroma tidak sedap yang menurutnya kerap tercium dari saluran parit yang melintas di depan rumahnya. Saluran tersebut diketahui juga menjadi jalur aliran air dari area sebuah sekolah dasar negeri.


Rezky menjelaskan, keluhan tersebut bermula sekitar Oktober 2021 ketika ia bersama keluarganya merasakan aroma menyengat dari parit yang berada tepat di depan rumah sekaligus kantornya. Menurutnya, aliran parit tersebut berasal dari area sekolah dan melintas di depan rumahnya dan warga.


“Saat itu saya bersama ibu saya mencoba mendatangi pihak sekolah untuk menanyakan apakah ada kegiatan pembersihan atau penyedotan septic tank. Namun menurut keterangan petugas sekolah, saat itu tidak ada kegiatan tersebut,” ujar Rezky pada awak media ini, Senin (16/3/2026).



Ia mengatakan pada saat itu aktivitas sekolah juga sedang libur sehingga tidak terlihat adanya kegiatan di lingkungan sekolah. 


Beberapa hari kemudian, Rezky berupaya menemui kepala sekolah untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi parit yang menurutnya sering dipenuhi lumpur dan sampah.


Rezky menyebutkan bahwa selama ini aliran air dari sekolah mengalir melalui parit yang berada di depan rumah warga karena, menurut pengamatannya, sekolah belum memiliki saluran pembuangan sendiri. Ia juga mengaku sempat menyampaikan kepada pihak sekolah agar dibuatkan drainase yang lebih layak melalui pengajuan anggaran kepada instansi terkait.


“Parit tersebut dulunya masih berupa parit tanah yang dibuat warga secara sederhana dan sering ditumbuhi rumput sehingga harus rutin dibersihkan,” ungkapnya.


Karena merasa keluhannya belum mendapat respons yang memadai, 
Rezky bersama keluarganya kemudian sempat menutup aliran parit yang berasal dari arah sekolah. Akibatnya, menurut dia, sempat terjadi genangan air di halaman depan sekolah.


Peristiwa tersebut kemudian diketahui pihak kelurahan setelah video kondisi lokasi beredar di kalangan media. Tidak lama kemudian, pihak kelurahan bersama perangkat lingkungan turun ke lokasi untuk meninjau kondisi parit.



Menurut Rezky, pihak kepala lingkungan saat itu menyampaikan rencana pengajuan anggaran pembangunan drainase agar saluran air dapat diperbaiki dan ditutup sehingga lebih bersih serta tidak menimbulkan bau.


Praktisi ilmu hukum ini juga mengatakan, pembangunan drainase tersebut kemudian terealisasi sekitar Oktober 2022. Meski demikian, menurutnya, aroma tidak sedap masih sesekali tercium, terutama saat cuaca panas.


Rezky juga mengaku pada Oktober 2025 menerima informasi dari seorang mantan petugas kebersihan sekolah yang datang berpamitan karena tidak lagi bekerja di tempat tersebut. 


"Dalam pertemuan itu, mantan petugas tersebut menceritakan kondisi pengelolaan septic tank di sekolah yang menurut pengakuannya sudah lama penuh," jelasnya.


Rezky menyampaikan bahwa informasi tersebut merupakan pengakuan dari mantan petugas sekolah yang perlu ditindaklanjuti dan diklarifikasi oleh pihak terkait. Ia berharap instansi terkait dapat melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi saluran pembuangan di lokasi tersebut.


“Saya berharap ada pengecekan dari pihak berwenang agar kondisi saluran air benar-benar bersih dan tidak menimbulkan gangguan bagi warga sekitar,” tutupnya.


Hingga berita ini diturunkan, Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan lebih lanjut. (A-Red)