Notification

×

Iklan


Iklan


BI Dukung Program Makan Siang Gratis, Distry Damayanti: Selama Tidak Menimbulkan Instabilitas Keuangan

Minggu, 10 Maret 2024 Last Updated 2024-03-10T00:52:47Z



AyoMedan.Com - Baijing, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (foto) menyampaikan, bahwasanya BI mendukung Program Makan Siang Gratis oleh pemerintah selama itu tidak menimbulkan instabilitas keuangan.


"Bank Indonesia adalah lembaga independen dan Program Makan Siang Gratis adalah program pemerintah baru, jadi sepanjang program tersebut tidak menimbulkan instabilitas dalam keuangan, maka Bank Indonesia mendukung," ucap Destry Damayanti saat menjawab pertanyaan peserta kuliah umum 'Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan dan Kebangkitan Perekonomian Indonesia' di Peking University Beijing, dikutip AyoMedan.com, Jum'at (09/03/2024).


Hal ini diungkapkan Chen, salah satu peserta kuliah umum yang menanyakan soal Program Makan Siang Gratis yang menjadi andalan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran ketika maju dalam Pilpres 2024.


"Terutama pasca COVID-19 kesenjangan semakin tinggi sehingga pemerintah juga mengucurkan bansos baik berupa uang maupun berbentuk barang, dan program makan siang gratis memberikan bantuan dalam bentuk makanan untuk investasi generasi mendatang," terang Destry.


Program ini diperkirakan akan memakan anggaran hingga Rp460 triliun dengan target 82,9 juta anak sekolah di seluruh Indonesia, demi membantu dalam mengatasi kekurangan gizi.


"Sejauh program ini masih dalam batasan, anggaran akan baik-baik saja, dan BI mendukung sejauh masih masuk 'budget contraint'," kata Destry.


Menurut Destry, belum ada koordinasi spesifik dengan pemerintahan baru untuk kebijakan Bank Indonesia kedepannya.


"Saya pikir siapapun yang menang, kuncinya adalah keberlanjutan kebijakan," harap Destry.


Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen menilai Program Makan Siang Gratis perlu direncanakan dengan matang, khususnya pada aspek anggaran.


Ditambahkan Kahkonen, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.


Program Makan Siang dan Susu Gratis merupakan usulan dari pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.


Dalam dokumen visi-misinya, paslon tersebut menjelaskan Program Makan Siang Gratis bertujuan mengatasi masalah tengkes (stunting) dan bakal menyasar siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.


Bantuan gizi juga akan diberikan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia, untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga.


Program tersebut menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100 persen pada tahun 2029.


Adapun rincian dari Program Makan Siang dan Susu Gratis telah didiskusikan dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.


Perancangan APBN 2025 menjadi yang terakhir pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sementara pelaksanaan APBN 2025 akan dijalankan oleh pemerintahan berikutnya.(A-Red)