AyoMedan.com - Medan, Anggota DPRD Kota Medan sekaligus pimpinan Komisi III, David Roni Ganda Sinaga SE (foto), menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) ke-2 di Kecamatan Medan Area, Jalan Pendidikan No.34 Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area, Sabtu (13/09/2025) pukul 16.00 WIB.
Pada kesempatan ini, Politisi muda Fraksi PDIP ini kembali menyampaikan, bahwa Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), disahkan untuk mengatur dan melindungi pelaku usaha di Kota Medan.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Angelika Simbolon
perwakilan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KoprinDag) Kota Medan, Aisyah Asra mewakili Camat Medan Area, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para pelaku UMKM, David Roni menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian kota.
“UMKM harus kita dukung bersama. Pemerintah pusat saat ini tengah mendorong program Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk di 21 kelurahan di Kota Medan. Setiap koperasi nantinya mendapat dukungan dana hingga Rp5 miliar. Saya akan pastikan program ini benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak diselewengkan,” ujar David.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih ini dirancang untuk membantu permodalan, membuka peluang usaha baru, dan memberikan pinjaman dengan bunga rendah pada masyarakat .
"Masyarakat bisa mendaftar menjadi anggota koperasi. Iurannya kecil, bunganya di bawah rata-rata lembaga simpan pinjam. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Aisyah Asra menyampaikan bahwa Kecamatan mengungkapkan terima kasih kepada David Roni Ganda Sinaga yang telah sudi melakukan kegiatan Sosper.
"Apalagi Perda yang diangkat sesuai dengan program Presiden RI Prabowo Subianto, yang membentuk Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia," sebutnya.
Perwakilan Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan juga menambahkan bahwa UMKM berperan penting dalam menggerakkan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.
"Pihaknya mendorong pelaku usaha untuk mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar bisa terintegrasi secara digital dan memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional," ujar Angelika Simbolon.
Meski begitu, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait kebutuhan pokok yang masih mahal serta keterbatasan fasilitas koperasi di tingkat kelurahan.
Menanggapi hal ini, David berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bulog dan PD Pasar, untuk menekan harga kebutuhan pokok dan memastikan koperasi segera beroperasi optimal.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya menerima janji. Program ini harus benar-benar berjalan dan memberi manfaat nyata bagi warga Medan, khususnya pelaku UMKM di dapil saya,” sebutnya.
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Pasar Timur, Arthur Sinaga, menyampaikan bahwa koperasi yang baru dibentuk di wilayahnya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait fasilitas dan tempat usaha.
“Saat ini kantor sementara masih menumpang di Kantor Lurah Jalan Megawati Damai Nomor 10. Namun hingga kini aktivitas koperasi belum berjalan maksimal karena kami membutuhkan tempat strategis untuk operasional dan penjualan produk,” ujar Arthur.
Ia menambahkan, pihaknya tengah berupaya mencari lokasi yang representatif sekaligus bisa digunakan untuk kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
“Koordinasi dengan pihak kelurahan, kepala lingkungan, hingga Dinas Koperasi sangat kami harapkan agar pelaksanaan program koperasi bisa segera dipercepat,” jelasnya.
Menurut Arthur, koperasi Merah Putih ke depan akan memfokuskan usaha pada penjualan sembako agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Meski demikian, ia juga menyoroti persoalan pinjaman modal dengan bunga 6 persen per tahun, yang dinilai masih kurang kompetitif jika dibandingkan dengan lembaga keuangan lain.
“Kalau fokus di sembako, mungkin kita bisa menjual dengan harga di bawah pasar. Itu akan menjadi dasar bagi koperasi ini agar lebih diminati anggota maupun warga sekitar," tuturnya.
Ade Sihotang, warga Jalan Pendidikan menyampaikan keluhannya terkait tingginya harga beras dan kebutuhan pokok sehari-hari. Ia menuturkan bahwa masyarakat kecil semakin terbebani karena harga beras kini sudah mencapai Rp17.500 hingga Rp19.000 per kilogram.
“Kami ini semangat, Pak, bukan lembek. Tapi rasanya seperti masih di zaman penjajahan. Beras pecah saja sudah Rp17.500, sedang Rp18.000, yang baru enak Rp19.000. Dari mana kami bisa dapat uangnya? Untuk makan saja sudah susah, apalagi jajan,” ungkap Ade.
Ia menegaskan, masyarakat tidak menuntut hal muluk-muluk seperti bantuan mesin atau program lainnya. Yang paling dibutuhkan adalah bantuan berupa turun kan sembako.
“Yang kami butuhkan sembako untuk kebutuhan sehari-hari. Kami ingin anggota dewan datang langsung menampung aspirasi rakyat kecil seperti ini lebih sering,” ujarnya.
Ade berharap pemerintah maupun wakil rakyat lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, terutama di tengah kondisi harga bahan makanan yang terus merangkak naik.
Tanggapan David Roni
“Terima kasih Bapak Ibu atas saran, pendapat, dan pertanyaan yang sudah disampaikan. Pertama tadi dari Bapak Artur Sinaga, kebetulan kami sama-sama marga Sinaga. Jadi begini, yang saya bawa ini merupakan hasil rapat kerja bersama Kepala Dinas Koperasi. Beliau menyampaikan bahwa akan ada pembentukan Koperasi Merah Putih di 21 kecamatan. Pengurusnya akan dibentuk oleh Lurah, terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Selain itu, disebutkan juga akan ada dana sebesar Rp5 miliar di setiap kecamatan. Mengenai apakah dana ini sudah turun atau belum, akan segera saya cek. Yang pasti, fasilitas ini semua ditanggung oleh negara, bukan dari pengurus.
"Karena itu, pada saat rapat saya tegas mengingatkan Kepala Dinas Koperasi agar jangan main-main dengan anggaran besar ini. Program ini harus benar-benar dirasakan masyarakat, jangan sampai ada penyelewengan, dan pengurusnya juga tidak boleh seperti pengalaman sebelumnya yang cenderung pilih kasih. Semua warga harus merasakan manfaatnya, bukan hanya keluarga tertentu," tandasnya.
Terkait bunga pinjaman, Kepala Dinas Koperindag menyampaikan bahwa bunganya di bawah rata-rata dan iurannya juga sangat kecil, mungkin Rp5.000 atau Rp10.000. Jadi program ini memang diciptakan untuk membantu dan membangkitkan perekonomian masyarakat, sesuai cita-cita Pak Prabowo.
Yang bisa saya pastikan, sambung David Roni, program pemerintah yang sedang berjalan adalah koperasi ini. Nah, untuk modal usaha, Ibu bisa menjadi anggota koperasi Merah Putih setelah terbentuk. Silakan ajukan pinjaman sesuai mekanisme yang ada, tentu akan ada verifikasi dan kroscek.
Soal harga kebutuhan pokok, kebetulan saya di Komisi III. Setahu saya, harga sudah turun. Namun, jika memang masih tinggi, nanti kita akan panggil Bulog dan PD Pasar untuk memastikan harga benar-benar turun di lapangan.
"Jadi, mari sama-sama kita kawal agar program-program ini berjalan baik dan benar-benar menyejahterakan masyarakat," pungkasnya.
Diakhir acara, David Roni Ganda Sinaga memberikan seminar kit kepada ratusan undangan yang hadir. (A-Red)