Notification

×

Iklan


Iklan



85.591 Warga Mengungsi di 305 Lokasi, Rico Waas: Pemko Medan Fokus Evakuasi dan Logistik Pengungsi

Minggu, 30 November 2025 Last Updated 2025-11-30T08:06:33Z



AyoMedan.com - Medan. Pemko Medan terus memperkuat penanganan darurat banjir besar yang melanda hampir seluruh kecamatan sejak 27 November. Data yang diperoleh, per Sabtu (29/11/2025) pagi menunjukkan 85.591 jiwa harus mengungsi dari 514 titik banjir ke 305 lokasi, antara lain rumah ibadah, kantor camat, dan kantor lurah.


"Mulai tanggal 26 malam hingga 27 dan 28, kita mengalami kondisi cuaca yang buruk menyebabkan banjir menyeluruh dan berdampak kepada masyarakat kota Medan,” ucap Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Sabtu (29/11/2025) usai berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina membahas situasi terkini bencana banjir Medan.


Menurut Rico, pada 27 November, Pemko Medan mengerahkan seluruh camat, lurah, BPBD, relawan, TNI, dan Polri untuk evakuasi awal. Evakuasi besar-besaran berlangsung pada 27 November malam hingga dini hari 28 November, terutama di Medan Helvetia, termasuk di kawasan Gaperta Ujung.


Di tanggal 27 malam hingga dini hari, kami bersama Forkopimda, TNI, dan Polri mengevakuasikan masyarakat Helvetia, termasuk di Gaperta Ujung. Warga yang terdampak di Helvetia cukup besar, sekitar 20-an ribu jiwa,” ujarnya.


Saat genangan mulai surut di Helvetia pada 28 November, lanjutnya, banjir justru memuncak di kawasan Medan Utara.


“Dari pemantauan kami, Medan Utara yang meliputi Medan Deli, Labuhan, Marelan, dan Belawan, terdampak cukup luas karena tingginya debit air dan putusnya sinyal komunikasi,” jelasnya.


Putusnya jaringan membuat tim kesulitan menjangkau warga. “Sinyal komunikasi putus, sehingga proses evakuasi maupun pemberian bantuan agak terkendala,” ungkap Rico Waas.


Wali Kota juga menegaskan, Pemko Medan terus memprioritaskan daerah Medan Utara. "Posko siaga banjir telah diaktifkan di seluruh kantor kecamatan dan siap menerima laporan dari warga selama 24 jam melalui call center 112," ucapnya.


Menangani bencana banjir ini, Pemko Medan dan masyarakat mendirikan 157 dapur umum, agar para pengungsi mendapatkan kebutuhan pangan harian. Kecamatan Medan Deli memiliki dapur umum terbanyak dengan (45) titik, Medan Marelan (19), Medan Maimun (14), dan Medan Helvetia (13).


Selain penanganan banjir, Pemko Medan juga mengatasi gangguan listrik dan kelangkaan BBM, yang memicu antrean panjang.


“Ada lima gardu induk yang terendam, sehingga listrik padam, terutama di Medan Utara. Namun perlahan, situasinya mulai membaik,” kata Rico Waas