Notification

×

Iklan


Iklan



Antonius Tumanggor Dorong Penambahan Personel, dan Peralatan Evakuasi Penanggulangan Banjir

Kamis, 04 Desember 2025 Last Updated 2025-12-04T02:30:27Z



AyoMedan.com – Medan.
Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor S.Sos, mendorong Pemerintah Kota Medan untuk segera menambah anggaran, personel, serta peralatan evakuasi guna mempercepat respons penanganan bencana banjir.


Politikus yang duduk di komisi 4 ini menilai, keterbatasan sumber daya di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menjadi salah satu kendala utama saat banjir melanda, Kamis (27/11/2025) kemarin.


Oleh karena itu, lanjutnya, Ia mengusulkan penambahan tenaga honorer di kedua instansi tersebut.


“Saat banjir kemarin, banyak warga menghubungi saya meminta bantuan perahu karet, logistik makanan, hingga obat-obatan. Namun akses menuju lokasi terkendala karena hampir seluruh jalan sudah dikepung banjir,” katanya pada AyoMedan.com via telepon WhatsApp, Rabu (04/12/2025).


Menurut Antonius, ketinggian air di sejumlah kawasan bahkan mencapai dada orang dewasa. Beberapa wilayah di kecamatan Medan Barat, seperti Karya Sei Agul, Karang Berombak, Brayan, Silalas, hingga sebagian kawasan Kesawan menjadi titik terparah terdampak banjir.


“Medan Barat ini merupakan titik nol Kota Medan. Secara geografis, wilayah ini seharusnya mendapat perhatian khusus dalam penanganan banjir,” tegasnya.


Selain Medan Barat, Antonius juga menyoroti kawasan rawan banjir di Kecamatan Medan Helvetia, seperti Helvetia Timur, Cinta Damai, Tanjung Gusta, Helvetia Tengah, Helvetia, dan Dwikora yang dinilainya membutuhkan penanganan lebih serius dan terencana.


Ia berharap, Pemko Medan tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memperkuat sistem mitigasi bencana melalui penambahan personel, armada evakuasi, perahu karet, serta peralatan pendukung lainnya.


“Ini menyangkut keselamatan warga. Jangan sampai setiap kali banjir datang, kita selalu kewalahan karena keterbatasan alat dan tenaga,” dipungkasinya. (A-Red)