AyoMedan.com – Medan. Anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung menyoroti persoalan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang banyak dikeluhkan warga saat pelaksanaan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026.
Kegiatan reses tersebut digelar di halaman SD Negeri 064983, Jalan Gaperta, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, pada sesi kedua, Minggu (22/2/2026) pukul 15.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, Dame Duma menegaskan agar setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Permasalahan lampu jalan ini sudah sering disampaikan masyarakat. Saya minta jangan hanya ditampung dan dicatat saja, tapi harus direalisasikan. Jika dalam waktu satu minggu tidak ada tindak lanjut, laporkan kepada saya dan akan saya sampaikan langsung kepada Wali Kota,” tegasnya.
Politikus Partai Gerindra ini juga menekankan bahwa kegiatan reses merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, sehingga setiap keluhan harus direspons dengan serius.
“Reses ini menggunakan anggaran negara. Jadi setiap aspirasi masyarakat harus kita perjuangkan. Untuk apa kita duduk menampung aspirasi kalau tidak ada tindak lanjutnya,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Medan Helvetia, Untung S. Manurung, Linda Silalahi dari Dinas Sosial, Saleh dari Dinas Perhubungan, Lurah Helvetia Tengah Nekma Marbun, Agustina kepala UPT Wilayah Barat, serta perwakilan Sekretariat DPRD Kota Medan.
Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Medan, Saleh, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan program perbaikan LPJU pada triwulan pertama tahun ini.
"Masyarakat yang menemukan lampu jalan mati atau rusak diminta segera melaporkan melalui camat, lurah, maupun langsung ke Dishub melalui layanan pengaduan," harapnya.
“Untuk triwulan pertama ini anggarannya sudah tersedia. Jika ada lampu jalan yang mati atau kurang penerangan, masyarakat bisa melaporkannya agar segera kami tindaklanjuti,” tambahnya.
Selain persoalan LPJU, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya seperti masalah drainase, banjir akibat penimbunan lahan perumahan di Gang Mawar Jalan Perkutut, hingga usulan pemasangan lampu jalan di beberapa gang yang masih gelap.
Menanggapi keluhan tersebut, Dame Duma berjanji akan turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi yang dikeluhkan warga.
“Besok pagi saya bersama pihak kelurahan akan turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di Gang Mawar. Jika pembangunan perumahan belum memiliki izin, seharusnya tidak boleh melakukan penimbunan tanpa membuat drainase terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain itu, Rosma warga Gaperta juga mengusulkan adanya sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda di lingkungan mereka. "Kasus penyalahgunaan narkoba sudah mulai menyasar remaja usia muda Bu Duma," katanya.
Menanggapi hal itu, Dame Duma menyatakan siap memfasilitasi kegiatan sosialisasi bersama instansi terkait agar masyarakat, khususnya para remaja, memahami dampak buruk narkoba.
Sementara itu, Lurah Nekma Marbun mengimbau warga untuk meningkatkan budaya gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai persoalan banjir dan sampah tidak akan selesai tanpa partisipasi masyarakat.
"Warga juga harus membayar retribusi sampah serta mendukung kegiatan pembersihan drainase oleh petugas. Selain itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah, termasuk lampu jalan, serta mengawasi anak-anak dari pengaruh narkoba agar lingkungan tetap aman dan nyaman," ujarnya.
Di akhir kegiatan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum seperti LPJU agar tidak menjadi sasaran pencurian kabel.
“Kalau kabel lampu jalan dicuri terus, anggaran pemerintah hanya habis untuk memperbaiki itu saja. Jadi kita harus sama-sama menjaga. Jika ada yang mencurigakan, laporkan saja agar ada efek jera,” dipungkasinya. (A-Red)