Notification

×

Iklan


Iklan



Kepala BI Sumut dan Wali Kota Medan Pantau Pasar Jelang Idulfitri, Pastikan Stok Aman dan Harga Tetap Stabil

Senin, 16 Maret 2026 Last Updated 2026-03-16T16:28:53Z


AyoMedan.com – Medan. Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, turun langsung meninjau sejumlah pasar di Kota Medan guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat, Senin (16/3/2026).


Peninjauan tersebut turut dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, didampingi Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.


Pasar Petisah menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Rudy bersama rombongan. Dalam kesempatan itu, Rudy dan Rico Waas menyambangi langsung lapak para pedagang yang menjual berbagai komoditas seperti sayuran, daging ayam, daging sapi, beras, dan telur.


Selain Pasar Petisah, rombongan juga meninjau Pasar Sei Sikambing serta salah satu pusat perbelanjaan modern di Jalan Gatot Subroto untuk memastikan kondisi pasokan dan harga di berbagai jenis pasar.


Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy B. Hutabarat mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kondisi harga sejumlah komoditas pangan masih cukup terkendali. Bahkan, harga daging sapi saat ini dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.


“Menurut keterangan para pedagang, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti daging ayam. Sementara untuk daging sapi saat ini berada di kisaran Rp135.000 per kilogram, lebih baik dibanding tahun lalu yang berada di angka Rp150.000 hingga Rp155.000,” ujarnya.


Namun demikian, Rudy mengungkapkan terdapat sedikit kenaikan harga pada komoditas cabai merah. Meski begitu, Wali Kota Medan menegaskan bahwa harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).


“Kami telah meminta PUD Pasar untuk menelusuri penyebab kenaikan harga cabai merah dan segera melakukan langkah intervensi agar harga dapat kembali stabil,” ujar Rico Waas.


Rudy juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Ia memastikan pasokan pangan menjelang Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi.


“Masyarakat tidak perlu khawatir. Berdasarkan laporan yang kami terima di lapangan, stok bahan pangan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Idulfitri,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Medan juga menghadirkan program stimulus bagi masyarakat sekaligus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS.


Melalui program ini, masyarakat yang membeli 1 kilogram daging sapi atau 1 kilogram daging ayam dan melakukan pembayaran menggunakan QRIS dengan tambahan Rp1 berkesempatan memperoleh bonus produk pangan.


“Untuk pembelian daging sapi, masyarakat bisa mendapatkan bonus karkas sekitar satu kilogram. Sedangkan pembelian satu kilogram ayam bisa mendapatkan tambahan 10 butir telur. Antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap program ini,” jelas Rudy.


Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat menjelang Idulfitri, tetapi juga memperluas penggunaan transaksi digital di pasar-pasar tradisional.
(A-Red