Notification

×

Iklan


Iklan



Sosperda di Medan Denai, David Roni Tegaskan Buang Sampah Sembarangan Pemicu Banjir dan Penyakit

Sabtu, 09 Mei 2026 Last Updated 2026-05-09T14:59:13Z


AyoMedan.com - MEDAN. Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga SE, mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, perilaku tersebut menjadi salah satu penyebab utama banjir dan munculnya berbagai persoalan kesehatan di Kota Medan, khususnya di wilayah Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai.


Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 mengenai Pengelolaan Persampahan, di Jalan Menteng VII, Gang Setia Ujung, Sabtu (9/5/2026).


Dalam pemaparannya, politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah.


“Kalau masyarakat masih membuang sampah sembarangan, maka ancaman banjir dan penyakit akan terus menghantui kita. Ini tanggung jawab bersama,” tegas David Roni.


Ia mengajak warga agar tidak lagi menjadikan sungai, drainase, maupun lahan kosong sebagai tempat pembuangan sampah. Kebiasaan tersebut dinilai memperparah kerusakan lingkungan dan mempercepat kerusakan infrastruktur.


“Lingkungan yang bersih adalah kunci hidup sehat. Mari kita jaga bersama agar terhindar dari bencana dan penyakit menular,” ujarnya.


Selain menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat, Politikus muda Partai PDIP ini juga menilai sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Kota Medan masih perlu ditingkatkan. Ia meminta armada pengangkut sampah milik Pemko Medan dapat bekerja lebih optimal, mulai dari lingkungan permukiman hingga ke tempat pembuangan akhir.


David Roni juga mengingatkan masyarakat agar tetap tertib membayar retribusi sampah sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan publik.


“Kalau kewajiban sudah kita jalankan, maka masyarakat juga berhak menuntut pelayanan yang maksimal,” katanya.



Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan terkait persoalan sampah dan infrastruktur lingkungan.


Hotman Sialagan, warga Gang Setia, menilai fasilitas pengelolaan sampah dan kondisi jalan di wilayah mereka masih jauh dari harapan.


“Kami berharap aspirasi ini bisa disampaikan kepada Wali Kota Medan agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.


Keluhan serupa disampaikan Sugianto terkait kondisi drainase di Gang Sari Bulan yang kerap tersumbat akibat sedimentasi dan tumpukan sampah sehingga memicu genangan air saat hujan turun.


Sementara itu, Yanti, kader kelurahan setempat, mengeluhkan lambatnya pengangkutan sampah oleh petugas yang menyebabkan timbunan sampah menimbulkan bau tidak sedap.


“Kami siap membayar retribusi, bahkan sampai Rp20 ribu. Tapi mohon pengangkutan sampah jangan terlambat,” ungkapnya.


Menanggapi berbagai aspirasi warga, David kembali menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.


“Kalau semua saling menyalahkan, persoalan tidak akan selesai. Tapi kalau kita kompak, lingkungan bersih bukan hal yang mustahil,” tegasnya.


Ia juga mengakui keterbatasan lahan tempat pembuangan sampah menjadi salah satu faktor yang mendorong warga membuang sampah sembarangan.


“Dampak sampah itu tidak sepele. Bisa menyebabkan banjir, merusak jalan dan drainase, bahkan memicu berbagai penyakit,” jelasnya.


Sebagai solusi awal, David berjanji akan membantu pengadaan bak penampungan sampah bagi warga Kelurahan Menteng, dengan syarat lokasi penempatannya disepakati bersama masyarakat.


Kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong peningkatan sarana dan prasarana persampahan oleh Pemko Medan. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama dan pembagian suvenir kepada peserta. (A-Red)