AyoMedan.com - MEDAN. Suasana penuh keakraban sekaligus sarat dengan aspirasi masyarakat mewarnai kegiatan Sapa Warga yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Jalan Karya II, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (20/6/2026). Dalam forum dialog terbuka tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan mulai dari trauma akibat banjir besar, lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam, hingga ancaman longsor di bantaran sungai.
Momen haru terjadi ketika Arifin, warga Lingkungan XVII Kelurahan Karang Berombak, menyampaikan pengalaman pahitnya saat banjir besar melanda Kota Medan.
“Seumur hidup saya, baru kali itu merasakan banjir sampai setinggi dada orang dewasa. Ada rasa trauma, Pak. Apa solusi konkret dari Bapak sebagai Wali Kota agar penderitaan ini tidak terulang lagi?” ungkap Arifin dengan suara bergetar.
Mendengar keluhan tersebut, Rico Waas menyatakan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan banjir yang sempat melanda 19 kecamatan di Kota Medan akibat cuaca ekstrem pada akhir tahun lalu.
Didampingi anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus dan Muslim Harahap, Rico menjelaskan bahwa persoalan banjir dipengaruhi berbagai faktor, termasuk alih fungsi lahan dan kondisi sungai besar seperti Sungai Deli, Sungai Belawan, serta Sungai Percut yang membutuhkan normalisasi.
Menurutnya, meski kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Kementerian PUPR, Pemko Medan akan terus berkoordinasi dan mendorong pemerintah pusat agar percepatan normalisasi sungai dapat segera dilakukan.
“Pemko Medan tidak akan tinggal diam. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat demi menuntaskan persoalan banjir yang menjadi keresahan masyarakat,” tegas Rico.
Selain mendorong normalisasi sungai, Pemko Medan juga berfokus pada pembenahan drainase, perbaikan sistem aliran air, serta pembangunan kolam retensi dengan dukungan World Bank. Namun, Rico juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan.
Berdasarkan temuan petugas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), masih banyak sampah berukuran besar yang dibuang ke saluran air dan sungai, mulai dari ban bekas, bantal, guling, kasur, hingga perabot rumah tangga seperti kulkas dan sofa.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan. Infrastruktur yang dibangun pemerintah akan sia-sia apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Sosial, Muhammad Sofyan., Inspektur Kota Medan, Erfin Fahrurrazi., Kepala Dinas SDABMBK, Khairul Azmi., serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, T. Chairuniza., Rico juga menunjukkan respons cepat terhadap keluhan warga lainnya.
Ebet, warga Lingkungan VIII Kelurahan Silalas, mengeluhkan tujuh titik LPJU yang mati akibat kabel putus setelah hujan. Meski telah beberapa kali dilaporkan, permasalahan tersebut belum mendapat penyelesaian.
Menanggapi hal itu, Rico langsung memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk segera turun ke lapangan.
“Hari ini juga Dishub harus turun ke lokasi. Bereskan seluruh LPJU yang mati dan perbaiki kabel yang putus. Jangan sampai persoalan seperti ini dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya yang disambut tepuk tangan warga.
Terkait permintaan sarana olahraga untuk anak-anak di lingkungan tersebut, Rico menjelaskan bahwa lahan lapangan bukan merupakan aset Pemko Medan. Meski demikian, ia memastikan akan mencari solusi sesuai aturan yang berlaku.
“Untuk kebutuhan baju bola anak-anak bisa kita bantu. Mengenai gawang, akan kami cek terlebih dahulu regulasinya. Jika memungkinkan dipasang di lahan non-Pemko, tentu akan kami upayakan,” katanya.
Keluhan lain datang dari Kolonel Purnawirawan Hermansyah yang rumahnya berada di bantaran sungai dan terancam longsor akibat abrasi yang terus mengikis tanah. Ia juga menyampaikan kondisi jalan berlubang serta kabel listrik yang menjuntai rendah di sekitar lapangan olahraga dan berpotensi membahayakan warga.
Merespons kondisi tersebut, Rico mengaku telah menginstruksikan Dinas SDABMBK untuk melakukan pengecekan dan penanganan segera.
“Lokasi itu memang membutuhkan perhatian karena kondisi tanahnya berpotensi ambrol. Untuk jalan inspeksi yang menjadi kewenangan BWS, Pemko Medan akan segera menyampaikan surat resmi agar segera dilakukan perbaikan,” dipungkasinya.
Melalui program Sapa Warga, Rico Waas menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan yang dihadapi warga, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan di lingkungan.
Sebelum melaksanakan dialog dengan warga, Rico terlebih dahulu meninjau kegiatan gotong royong massal yang dilakukan jajaran Kecamatan Medan Barat. (A-Red)