Notification

×

Iklan


Iklan



Ketua DPRD Medan Desak Pertamina Transparan Soal Antrian BBM, Minta Pasokan Segera Dinormalkan

Rabu, 15 Juli 2026 Last Updated 2026-07-15T01:27:40Z


AyoMedan.com - MEDAN. Antrian panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir memicu kemacetan di berbagai ruas jalan dan menuai keluhan masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU.

Menurut Wong Chun Sen, Pertamina harus segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan antrean, baik akibat terganggunya distribusi maupun adanya kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM). Ia menegaskan masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas agar tidak muncul keresahan maupun spekulasi di tengah masyarakat.

"PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut harus memastikan ketersediaan pasokan BBM di Sumatera Utara dan menjamin tidak terjadi kelangkaan. Antrean panjang di sejumlah SPBU harus segera diatasi agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat," tegas Wong, Selasa (14/7).

Wong menilai Pertamina hingga kini belum memberikan penjelasan yang transparan mengenai penyebab antrian panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, baik di Kota Medan maupun beberapa daerah lainnya di Sumatera Utara.

Politikus Partai PDIP ini juga mengingatkan, terganggunya distribusi BBM tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat sektor transportasi, distribusi barang, serta roda perekonomian daerah.

"Sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, saya meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menjamin pasokan dan pendistribusian BBM berjalan lancar hingga ke seluruh SPBU," ujarnya.

Wong juga meminta Pertamina bertanggung jawab atas keterlambatan distribusi BBM yang diduga menjadi pemicu antrian panjang. Menurutnya, langkah antisipatif harus segera dilakukan agar ketersediaan BBM, terutama jenis solar yang masih dikeluhkan langka di sejumlah wilayah Sumatera Utara, tetap terjaga.

Selain itu, Wong mendorong Pertamina untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mempercepat penyelesaian persoalan distribusi serta memastikan pasokan BBM kembali normal.

Di sisi lain, Wong meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi penimbunan BBM oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi tersebut.

"Apabila ada spekulan yang sengaja menimbun BBM demi meraup keuntungan besar, aparat penegak hukum harus bertindak tegas sesuai ketentuan  yang berlaku," dipungkasinya. (A-Red)