Notification

×

Iklan


Iklan



Saipul Bahri Dukung Wali Kota Medan Tindak Tegas 2 Kepling yang Terlibat Peredaran Narkoba

Selasa, 08 September 2026 Last Updated 2026-09-08T01:16:24Z


AyoMedan.com - MEDAN. Anggota DPRD kota Medan, Saipul Bahri mendukung penuh tindakan tegas yang akan diambil Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas terhadap dua orang Kepala Lingkungan yang terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkotika.


Keduanya masing-masing berinisial AR warga Jalan Cik Ditiro, Blok 11 D, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia. Pria berumur 37 tahun itu diciduk atas dugaan peredaran pil ekstasi, pada (15/8/2026). Dari AR, petugas menyita 600 butir pil ekstasi.


Selanjutnya berinisial FAP, warga Jalan Brigjen Katamso atau Pantai Burung, Kecamatan Medan Maimun. Wanita berumur 41 tahun ini diringkus karena diduga mengedarkan pod getar dan pil ekstasi, pada Sabtu (29/8) sore. Dari FAP polisi menyita barang bukti dua pod getar dan dua butir ekstasi.


"Hal seperti ini seharusnya tidak boleh lagi terjadi di lingkungan Pemko Medan. Pengawasan dan pemilihan Kepling harus di tingkatkan ke depannya," ucap Saipul Bahri kepada AyoMedan.com melalui telepon WhatsApp, Selasa (8/9).


Menurut Politikus Fraksi NasDem ini, kedepannya Pemko Medan harus rutin melakukan pengecekan atau tes narkoba kepada Kepling dan ASN.


"Guna mengantisipasi hal tersebut, pengecekan harus dilakukan begitu calon mendaftarkan diri sebagai ASN maupun Kepling," ujaranya.


Ditambahkan Saipul, bahwasanya DPRD Medan sudah mengusulkan untuk dilakukan tes massal terhadap para Kepling.


"Namun kapan waktunya tidak bisa kita sampaikan guna mencegah mereka melakukan persiapan. Supaya pada saat dilakukan tes massal hasil tesnya bisa menjadi kabur atau berubah," sebutnya.


Dewan yang duduk di Komisi I DPRD Medan ini meminta terduga pengedar narkoba AR dan FAP tidak lagi menjabat sebagai Kepling di lingkungan mereka.


"Dari camat sudah bisa langsung pecat mereka. Langkah tegas ini sebagai bentuk komitmen Pemko Medan dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba," tegas Saipul Bahri.
(A-Red)