Notification

×

Iklan


Iklan



BKM Ar-Rohani Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Usai Salat Subuh, Berlangsung Khidmat Dalam Kesederhanaan

Minggu, 06 September 2026 Last Updated 2026-09-06T00:50:02Z

AyoMedan.com - SUNGGAL. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah digelar secara sederhana namun penuh khidmat di Masjid Ar-Rohani, Dusun I, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Minggu (6/9).

Berbeda dari pelaksanaan Maulid pada umumnya, kegiatan tersebut digelar setelah Salat Subuh dan diisi dengan senandung marhaban. Pelaksanaan yang berlangsung sejak pagi hari itu turut dihadiri jamaah dari Dusun I, Dusun II, hingga Dusun III.

Kepala Desa Paya Geli, Hardi Ismanto, melalui Kepala Dusun I, Sulaiman S.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, meski digelar secara sederhana, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini memiliki keunikan tersendiri karena dilaksanakan selepas Salat Subuh dengan rangkaian marhaban.

"Nampaknya hari ini bukan jamaah Masjid Ar-Rohani Dusun I saja yang hadir, tetapi ada juga jamaah dari Dusun II dan III," ujar Sulaiman.

Kegiatan dipandu M. Fachri selaku protokol dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh qari Farhan M. Oka. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Barzanji oleh ibu-ibu perwiridan Dusun I.

Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan parit.

Hal itu dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang belakangan kurang bersahabat. Masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat serta rutin membersihkan lingkungan sebagai upaya mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk potensi banjir.

"Kita harus memperhatikan kebersihan lingkungan dan parit dengan baik dan benar agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Tahun lalu, banjir besar sempat melanda desa yang kita cintai ini," katanya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz H. Marasonang Siregar, S.Pd.I., mengatakan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H selepas Salat Subuh kali ini memiliki suasana yang berbeda.

"Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ba'da Salat Subuh ini sudah kali kedua terlaksana. Walaupun sederhana, namun penuh khidmat. Dengan bergotong royong, BKM Ar-Rohani bersama ibu-ibu perwiridan telah mengakomodasi seluruh konsumsi untuk para jamaah," ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Marasonang juga mengajak jamaah untuk mengenang perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sejak sebelum kelahirannya.

Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan manusia pilihan Allah SWT yang memiliki kemuliaan dan akhlak yang luhur. Menurutnya, sejak usia kanak-kanak, Rasulullah SAW telah mendapatkan berbagai keistimewaan dari Allah SWT.

"Rasulullah itu memang seorang manusia, tetapi tidak seperti manusia biasa. Di usia yang masih kanak-kanak, hati Rasulullah SAW telah dibersihkan oleh malaikat atas izin Allah SWT. Sehingga diri Nabi Muhammad SAW tidak pernah dikuasai oleh nafsu syaitan," tuturnya.

Ustaz Marasonang kemudian menceritakan perjalanan kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan ujian sejak sebelum beliau dilahirkan.

Ia menjelaskan, ayah Rasulullah SAW, Abdullah, wafat ketika Nabi Muhammad SAW masih berada dalam kandungan ibunya, Aminah. Kondisi tersebut membuat Rasulullah SAW lahir dalam keadaan telah kehilangan sosok ayah.

Menurutnya, berbagai peristiwa dalam kehidupan Rasulullah SAW menunjukkan besarnya kasih sayang dan ketetapan Allah SWT terhadap manusia pilihan-Nya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya memberikan nama yang baik kepada anak. Sebab, nama tidak sekadar menjadi identitas, tetapi juga merupakan doa dan harapan bagi kehidupan seseorang.

"Agama Islam menganjurkan ketika memberikan nama kepada anak, berilah makna dengan nama yang baik dan benar karena nama adalah doa," katanya.

Ia mencontohkan nama Ahmad yang merupakan salah satu nama yang memiliki kemuliaan dan disebut sebagai nama pilihan bagi Nabi Muhammad SAW.

"Nama Ahmad merupakan nama pilihan, seperti yang diberikan kepada diri Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Ar-Rohani tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan bersama seluruh jamaah yang hadir.

Kegiatan itu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat Desa Paya Geli. (A-Red)