Notification

×

Iklan


Iklan



Zakiyuddin Harahap: Menikah Itu Mudah, yang Sulit Mempertahankannya

Kamis, 01 Oktober 2026 Last Updated 2026-09-30T23:08:13Z

AyoMedan.com - MEDAN. Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengingatkan 23 pasangan pengantin untuk tidak menjadikan persoalan ekonomi maupun materi sebagai alasan untuk mengakhiri rumah tangga.
Pesan tersebut disampaikan Zakiyuddin saat menghadiri acara Nikah Massal yang dirangkaikan dengan Milad ke-25 Pengajian An-Nisa di Raz Plaza Hotel, Jalan Dr. Mansyur, Rabu (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, 
Zakiyuddin menyerahkan buku nikah secara simbolis kepada pasangan pengantin. Ia juga memberikan tambahan uang saku secara pribadi kepada 23 pasangan yang mengikuti nikah massal tersebut.

Didampingi Staf Ahli TP PKK Kota Medan, Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, Zakiyuddin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan sosial yang digelar Yayasan Safiatul bersama Pengajian An-Nisa tersebut.

Menurutnya, nikah massal menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya pasangan yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap ingin melangsungkan pernikahan secara sah dan tercatat secara hukum.

"Program seperti ini sangat baik dan harus didukung penuh. Pasangan pengantin sudah disiapkan pakaian, mahar, ongkos, uang saku hingga penginapan hotel. Bahkan hari ini, saya pribadi juga akan menambah uang saku untuk para pengantin," ujar Zakiyuddin.

Namun, ia menegaskan bahwa kemudahan dalam melangsungkan pernikahan harus diikuti dengan kesungguhan dalam mempertahankan kehidupan rumah tangga.

Zakiyuddin menyinggung angka perceraian di Kota Medan yang disebut meningkat dari sekitar 3.500 kasus pada 2024 menjadi 3.800 kasus pada 2025. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi pasangan suami istri agar membangun rumah tangga dengan komitmen, kesabaran dan saling memahami.

"Menikah itu mudah, tetapi yang sulit adalah mempertahankannya," tegas Zakiyuddin.

Ia berpesan agar para pengantin tidak mudah mengambil keputusan untuk berpisah hanya karena persoalan harta maupun godaan dari pihak lain. Menurutnya, kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan dalam kondisi mudah, sehingga pasangan harus mampu melewati berbagai persoalan secara bersama-sama.

"Jangan pernah bercerai hanya karena harta atau godaan perselingkuhan. Jaga kebersamaan, saling mendoakan dan lindungi amanah anak yang diberikan," katanya.

Zakiyuddin juga mengingatkan para pasangan untuk memandang anak sebagai amanah yang harus dijaga dan dibesarkan bersama. "Karena itu, setiap persoalan dalam rumah tangga diharapkan dapat diselesaikan dengan komunikasi dan kesepakatan, bukan dengan keputusan sepihak," ungkapnya.

Zaki menilai ketahanan keluarga menjadi salah satu hal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Rumah tangga yang dibangun dengan komitmen, menurutnya, akan menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan dan keteladanan.

Selain memberikan nasihat kepada para pengantin, Zakiyuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan nikah massal tersebut. Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

"Semoga Pengajian An-Nisa dan organisasi kemasyarakatan lainnya terus menjadi contoh dalam menebarkan kebaikan dan kepedulian sosial bagi masyarakat Kota Medan," harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Dr. H. Impun Siregar, M.A., Kepala Badan Kesbangpol Kota Medan Andi Mario Siregar, Kabag Kesra Agus Maryono, Ketua Pengajian An-Nisa Hj. Mas Tiara (Kak Imas), Founder Sri Wahyuni Foundation, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Medan, termasuk para camat dan lurah.

Nikah massal tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-25 Pengajian An-Nisa sekaligus wujud kepedulian sosial dalam membantu masyarakat mendapatkan pernikahan yang sah, tercatat dan memiliki kepastian administrasi.
(A-Red)