Notification

×

Iklan


Iklan




Personil Polsek Medan Kota Selamatkan Pemuda Tak Dikenal Yang Pingsan Terjatuh

Senin, 24 Oktober 2022 Last Updated 2022-10-24T13:21:54Z


Ayomedan.com l Medan - Personil Polsek Medan Kota, melakukan 'Pulbaket' terhadap seorang pemuda yang terjatuh tidak sadarkan diri di Jalan Sisingamangaraja, persis didepan percetakan Lingga Grafika, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Senin (24/10/2022) sore.

"Dari hasil Pulbaket dan ucapan Septiani (23) saksi di lokasi, korban tadinya berjalan kaki dari arah simpang Jalan Pelangi mengarah Plaza Ramayana Medan, sesampainya didepan tugu Sisingamangaraja, persisinya depan percetakan Lingga Grafika, korban tiba tiba-tiba terjatuh dan kepalanya terbentur aspal, kemudian oleh warga korban diangkat kedalam percetakan Lingga Grafika," ucap Kapolsek Medan Kota,
Kompol. M.Rikki Ramadhan, SIK., MH, kepada wartawan.


Didampingi Wakapolsek Medan Kota, AKP. AW. Nasution, Kanit Intel Polsek Medan Kota, Iptu TP. Sirait,
Panit Reskrim Polsek Medan Kota, Ipda Everisco, Panit Lantas Polsek Medan Kota, Ipda Irwansyah, kembali Kapolsek menambahkan, dari hasil 'Pulbaket', korban tidak memiliki identitas apapun didalam tas  yang disandangnya.

"Hanya sajaddah, Alquran dan Obat obatan saja yang kita temukan," jelas Kompol Rikki.

Untuk penanganan lebih lanjut, sambung Kompol Rikki, sekitar pukul 16.30 Wib, Panit Reskrim Polsek Medan Kota, Ipda E.Sinaga dan personil Polsek Medan Kota, korban langsung dibawa ke Puskesmas Teladan, untuk dilakukan pemeriksaan serta perawatan.

"Hasil pemeriksaan tim medis didapatkan kesimpulan dari bahwasanya korban ada riwayat 'Epilepsi' atau Ayan. Hal ini diperkuat dari obat yang di temukan didalam tas. Diamana pada saat terjatuh tadi, korban mengalami kejang akibat belum meminum obat," terangnya.


Kompol Rikki menyebut, setelah korban diberikan perawatan maksimal, barulah dia sadarkan diri. "Dari ucapannya (korban-red), baru kita ketahui indentitasnya. Dia bernama M.Raihan Riski, Lahirnya di Medan 16 tahun silam, beragama Islam dan hidup berpindah-pindah dari Musholla yang satu ke Mushola lainnya. Dan saat ini korban pulang menuju ke Sunggal," pungkasnya. (A-Red)