Notification

×

Iklan


Iklan


Erwin Haryono: BI Mencatat Penjualan Eceran Tetap Kuat pada Januari 2024

Senin, 19 Februari 2024 Last Updated 2024-02-18T23:52:26Z



AyoMedan.com - Jakarta, Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2024 tumbuh 3,7 persen (yoy) mencapai 216,0. Ilustrasi.


"Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2024 tumbuh 3,7 persen (yoy) mencapai 216,0. Dengan begitu, kinerja penjualan eceran Januari diperkirakan meningkat.
Peningkatan pertumbuhan penjualan akan terjadi pada mayoritas kelompok, terutama kelompok barang lainnya," ucap Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Jum'at (16/02/2024).


Erwin menyebut, peningkatan ini khususnya pada subkelompok sandang, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau.


"Secara bulanan, pertumbuhan penjualan eceran diperkirakan terkontraksi 1,0 persen (mtm).
Sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur tahun baru serta faktor cuaca," terangnya.


Menurut Erwin, penurunan juga terjadi pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor. Penurunan juga diikuti subkelompok sandang, kelompok barang budaya dan rekreasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.


"BI mencatat IPR tumbuh 0,2 persen yoy mencapai 218,1 pada Desember 2023 lalu. Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok bahan bakar kendaraan bermotor, perlengkapan rumah tangga lainnya," ujarnya.


Per bulanannya, sambung Erwin,  penjualan eceran tercatat tumbuh 4,9 persen (mtm), sejalan dengan peningkatan permintaan pada periode HBKN dan libur tahun baru, serta strategi potongan harga dari pedagang eceran.


"Peningkatan terjadi pada mayoritas kelompok, terutama subkelompok sandang, kelompok barang budaya dan rekreasi, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau," jelasnya.


Erwin menambahkan, dari sisi harga, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret 2024 tercatat sebesar 137,2. Angka ini meningkat dari 129,3 pada Februari 2024. Peningkatan didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada bulan Ramadan. Sementara itu, IEH Juni 2024 tercatat sebesar 125,8.


"Angka itu lebih rendah dari indeks pada Mei 2024 yang sebesar 132,4, karena kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan yang dipandang mendukung pembentukan harga lebih rendah," pungkasnya.(A-Red)