Notification

×

Iklan


Iklan



KKSU 2026 Perkuat Sinergi BI dan Pemprov Sumut, UMKM Bukukan Business Matching Rp83 Miliar

Minggu, 26 Juli 2026 Last Updated 2026-07-26T07:30:13Z

AyoMedan.com - MEDAN. Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali menggelar Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall, Medan, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan pembiayaan bagi pelaku usaha.

Puncak penyelenggaraan KKSU 2026 ditandai dengan penandatanganan kontrak perdagangan antara UMKM, aggregator, pelaku perhotelan dan restoran, serta pelaksanaan business matching pembiayaan bersama perbankan yang telah berlangsung sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono, Gubernur Sumatera Utara M. Afif Bobby Nasution, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa.

Momentum ini menjadi bukti komitmen bersama dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan agar UMKM semakin siap naik kelas dan mampu menembus pasar global.

Mengusung semangat memperkuat ekosistem UMKM yang berdaya saing, KKSU 2026 menghadirkan lebih dari 300 UMKM unggulan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera. 

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat daya saing UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Berbagai agenda turut digelar untuk memperluas promosi dan akses pasar, di antaranya Sumatra Coffee Journey sebagai etalase kopi berskala internasional, Medan Fashion Trend yang menampilkan kolaborasi industri fesyen berbasis wastra Nusantara, serta pameran kuliner khas Sumatera Utara yang memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat, pelaku usaha, hingga investor dari dalam maupun luar negeri.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menegaskan komitmen BI dalam memperkuat sektor UMKM melalui strategi yang terintegrasi dari sisi pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan digitalisasi.

"Melalui KKSU, Bank Indonesia menjalankan tiga strategi utama dalam pengembangan UMKM, yaitu mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas melalui kebijakan likuiditas makroprudensial, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pengembangan termasuk MANGULOSI, serta memperluas digitalisasi pembayaran untuk memperkuat efisiensi transaksi dan inklusi keuangan," ujar Thomas.

Dia menambahkan, penguatan produk UMKM lokal memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Pasalnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sehingga peningkatan daya saing produk lokal akan semakin memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara M. Afif Bobby Nasution mengapresiasi sinergi dan kontribusi aktif Bank Indonesia, khususnya Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, dalam mendukung berbagai program pembangunan ekonomi daerah.

"Kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam memperkuat promosi produk-produk unggulan daerah melalui berbagai event strategis. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian Sumatera Utara," kata Bobby.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Ameriza M. Moesa menambahkan, KKSU kini telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra usaha, lembaga keuangan, komunitas, asosiasi, hingga calon pembeli potensial.

"KKSU bukan sekadar ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat sinergi antara pelaku usaha dengan berbagai mitra strategis sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM Sumatera Utara semakin naik kelas di pasar nasional maupun global," ungkap Ameriza.

Rangkaian KKSU 2026 berlangsung sejak 15 hingga 26 Juli 2026. 

Selama penyelenggaraan, kegiatan ini berhasil membukukan capaian business matching perdagangan senilai Rp83 miliar antara UMKM dengan global buyer, aggregator, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Selain itu, terealisasi pula komitmen pembiayaan UMKM sebesar Rp22 miliar yang berasal dari perbankan dan lembaga keuangan nonbank.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, pembukaan KKSU 2026 juga dimeriahkan dengan peragaan busana karya desainer Gregorius Vici dari Indonesia Fashion Chamber (IFC) yang mengangkat wastra khas Sumatera Utara dalam balutan desain modern. 

Pagelaran tersebut menjadi representasi sinergi antara pelestarian budaya, inovasi desain, dan penguatan industri kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. (A-Red)