Notification

×

Iklan


Iklan


Agustus Pemko Medan Operasikan 60 Bus Listrik, Iswar Lubis: Program Ini Berbeda Dengan Bus Listrik Terdahulu

Jumat, 24 Mei 2024 Last Updated 2024-05-24T14:05:20Z



AyoMedan.Com - Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana kembali menghadirkan moda angkutan massal dengan jenis kendaraan Bus listrik.


"Insya Allah, Agustus 2024, Pemko Medan akan mengoperasionalkan 60 unit bus angkutan massal jenis kendaraan listrik untuk melayani enam (6) koridor di Kota Medan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Dr Iswar Lubis, S.SiT, MT (foto) didampingi Sekretaris Suriono dan jajaran lainnya kepada wartawan, Jum'at (24/05/2024) di Medan.


Iswar menyebutkan, adapun keenam koridor itu yakni, Lapangan Merdeka-Amplas, Lapangan Merdeka-Pinang Baris, Lapangan Merdeka-Belawan, Lapangan Merdeka-Tuntungan, Lapangan Merdeka-Tembung, J-City (Johor)-Lapangan Merdeka.


"Masing-masing koridor berjarak sekitar 10 kilometer, sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus mencoba memenuhi suplay dan demand yang ada," terangnya.


Menurut Iswar, sebelum beroperasi pada Agustus nanti, diawal Juni akan dilakukan lelang terhadap para operator untuk ketersediaan jenis bus sesuai spesifikasi, yaitu bus listrik.


"Harapan kami, para operator lokal khususnya angkutan kota bisa ikut lelang dengan tetap mengikuti ketentuan berlaku. Selain memenuhi persyaratan umum, perusahaan wajib memiliki kemampuan baik secara finansial maupun kepemilikan sesuai spesifikasi ditentukan," tutur Iswar.


Contohnya, sambung Iswar, saat ini sistem lelang memakai sistem e-katalog. Nah, kalau ada perusahaan lokal yang bisa meng-upgrade dan memenuhi semua persyaratan tersebut, bisa diprioritas kan.


"Di sisi lain, kami membuka diri seluas-luasnya untuk melakukan pembinaan dan bimbingan bagi operator lokal atau pengusaha angkutan kota. Dengan demikian, bisa memenuhi syarat mengikuti ketentuan yang ada," ucapnya.


Tak kalah pentingnya, lanjut Iswar, jadi catatan khusus bagi kami untuk menghilangkan dampak sosial terhadap sopir angkutan kota. "Apa pun ceritanya, tetap harus memenuhi persyaratan. Misalnya lulus sertifikasi pengemudi angkutan umum (SPAU). Baik secara teknis, praktik mengemudi dan etika, termasuk bebas penggunaan narkoba dan sejenisnya," tandasnya.


Ditambahkan Iswar, peluncuran 60 bus listrik untuk armada angkutan massal kali ini, berbeda dengan program sebelumnya. "Ini program berbeda dengan operasional bus listrik terdahulu yang telah kami luncurkan," pungkasnya.(A-Red)