Notification

×

Iklan


Iklan



BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan, Perry Warjiyo: Bergantung Perkiraan Inflasi 2026–2027

Kamis, 22 Januari 2026 Last Updated 2026-01-22T01:45:48Z



AyoMedan.com – Jakarta. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (foto) mengemukakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI-Rate masih terbuka ke depan. Namun, langkah tersebut sangat bergantung pada perkembangan dan proyeksi inflasi sepanjang tahun ini.


“BI tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026–2027 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Perry dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (21/01/2026).


Perry menegaskan, stance atau arah kebijakan BI-Rate pada tahun ini didasarkan pada proyeksi inflasi ke depan, terutama inflasi inti. Dia menyebutkan bahwa inflasi pada 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, sementara inflasi inti berada di level 2,38 persen.


Menurut BI, sambung Perry, capaian tersebut menunjukkan kondisi inflasi yang masih relatif rendah dan terkendali.


“Stance kebijakan BI-Rate didasarkan pada perkiraan inflasi ke depan, terutama inflasi inti,” katanya.


Dia menjelaskan, inflasi inti mencerminkan kekuatan permintaan domestik dan kapasitas produksi nasional. Saat ini, kapasitas produksi Indonesia dinilai masih lebih besar dibandingkan tingkat permintaan, sehingga tekanan inflasi relatif terbatas.


"BI pun tetap menargetkan inflasi pada kisaran 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1 persen untuk periode 2026–2027," jelas Perry.


Lebih lanjut, Perry menyampaikan bahwa BI bersama pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk menjaga stabilitas harga.


“Untuk mengendalikan stabilitas harga, kami meningkatkan koordinasi pengendalian inflasi baik di tingkat pusat maupun daerah. Terutama dalam menstabilkan inflasi volatile food yang sempat meningkat akibat faktor cuaca dan bencana alam. Kami lakukan operasi pasar karena pasokan pangan sempat menurun,” dipungkasinya. (A-Red)