Notification

×

Iklan


Iklan



Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Soroti Tantangan Media Digital di Rapimnas SMSI

Sabtu, 07 Maret 2026 Last Updated 2026-03-07T04:32:01Z



AyoMedan.com – Jakarta. Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi media di era digital saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Jakarta, Jumat (6/3).


Dalam paparannya, Wong Chun Sen menilai perkembangan teknologi digital membawa dampak besar bagi dunia jurnalistik. Ia mencontohkan penggunaan perangkat telepon seluler dengan kapasitas penyimpanan besar—mulai dari 1 terabyte hingga 2 terabyte—yang membuat arus data dan informasi kini bergerak semakin cepat dan masif.


Menurutnya, kemampuan penyimpanan data yang besar memang mempermudah kerja jurnalistik dalam mengumpulkan, menyimpan, dan mendistribusikan informasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memicu banjir informasi yang tidak semuanya terverifikasi.


“Perkembangan teknologi membuat data semakin banyak dan cepat beredar. Tetapi jika tidak diimbangi dengan verifikasi yang baik, maka informasi yang salah juga bisa ikut tersebar,” ucap Wong Chun Sen.


Wong yang juga merupakan salah satu pengurus SMSI pusat ini menambahkan, derasnya arus informasi di ruang digital menuntut media untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar jurnalistik, seperti verifikasi, akurasi, dan keberimbangan. Tanpa standar yang kuat, media berisiko menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru.


Selain persoalan teknologi, Wong Chun Sen juga menyinggung tekanan lokal yang sering dialami media di berbagai daerah, terutama pada momentum politik seperti pemilihan umum. Menurutnya, tekanan dari kelompok tertentu kerap mengganggu independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyajikan pemberitaan yang objektif.


Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap informasi resmi juga masih menjadi kendala bagi jurnalis dalam menghasilkan laporan yang akurat dan berimbang.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menilai perlu adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan media. 


Wong Chun Sen mencontohkan praktik yang dilakukan di Kota Medan, di mana sejumlah jurnalis dilibatkan secara terbuka dalam peliputan kegiatan pemerintahan sehingga informasi yang sampai kepada masyarakat dapat lebih jelas dan terverifikasi.


“Kalau media dilibatkan secara terbuka, maka data yang disampaikan juga akan lebih nyata dan tidak menimbulkan spekulasi yang salah,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen juga menekankan pentingnya media menjaga standar profesional dengan menyajikan laporan yang berimbang, akurat, dan tidak memihak. "Hal tersebut menjadi kunci utama agar media tetap dipercaya masyarakat sebagai sumber informasi yang kredibel dalam ekosistem demokrasi," ujarnya.


Wong juga mendorong media untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat, termasuk memberikan edukasi kepada pemilih melalui pemberitaan yang berkualitas serta program pendidikan politik yang menjangkau hingga ke tingkat akar rumput.


"Media diharapkan mampu membuka ruang dialog publik yang sehat, seperti debat terbuka atau diskusi konstruktif antara masyarakat dan para kandidat dalam kontestasi politik, guna memperkuat kualitas demokrasi," harapnya.


Wong Chun Sen menegaskan bahwa transparansi pemerintah juga menjadi faktor penting dalam mendukung kerja jurnalistik. 


Menurutnya, lembaga legislatif seperti DPRD memiliki tanggung jawab untuk membuka akses terhadap data dan dokumen resmi agar proses peliputan berjalan lebih transparan dan akuntabel.


"Tak kalah penting, perlunya perlindungan hukum bagi jurnalis agar kebebasan pers tetap terjaga dari ancaman kriminalisasi, maupun tekanan eksternal," sebut Wong.


“Keamanan kerja jurnalis harus dijamin. Tanpa perlindungan hukum yang kuat, kebebasan pers akan sulit berjalan secara optimal,” tegasnya.


Dia menambahkan, bahwa DPRD Kota Medan juga berkomitmen mendorong program literasi digital bagi masyarakat guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya informasi yang akurat dan terpercaya.


"Dengan langkah tersebut, media dapat terus berkembang sebagai pilar demokrasi yang independen sekaligus mampu memerangi kesenjangan informasi di era digital," dipungkasi Wong. (A-Red)