Notification

×

Iklan


Iklan



Diduga Bupati Tapteng Copot Lurah dan Kades yang Sampaikan Ucapan Terimakasih ke Bakhtiar Sibarani, Rahmansyah: Gubsu Harus Serius Menyikapi Hal Ini

Jumat, 02 Januari 2026 Last Updated 2026-01-02T10:12:14Z



AyoMedan.com - Medan. Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, SH, MH (foto), kembali menyampaikan rasa keprihatinan atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumut, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Rahmansyah yakin bencana  yang tidak diinginkan semua pihak tersebut  pasti ada hikmah dibaliknya dan harus senantiasa sabar menghadapinya.


Pernyataan itu disampaikan Rahmansyah Sibarani dalam siaran persnya kepada wartawan di Medan, Jum'at (02/01/2026), menyikapi musibah dan bencana yang telah memasuki dua bulan pasca bencana.


Pada kesempatan itu, Rahmansyah juga meminta Gubernur Bobby Nasution agar mengingatkan setiap kepala daerah yang wilayahnya ditimpa bencana banjir, untuk tidak berpolitik dalam menghadapi musibah tersebut.


"Karena kita tahu betul Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto sudah menyampaikan dan mengajak seluruh anak bangsa secara bersama-sama bertanggung jawab menghadapi musibah banjir serta ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak," katanya.


"Bahkan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bobby yang bergerak cepat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah.
Namun hari ini, kami sangat terkejut karena mendapatkan informasi bahwa di Kabupaten Tapanuli Tengah beberapa lurah dan kepala desa justeru diduga dicopot oleh Bupati Tapanuli Tengah, hanya karena gegara mengucapkan terima kasih kepada Mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang telah membantu desa dan kelurahan, serta warganya  masing-masing dalam penanganan bencana yang dihadapi mereka," tambahnya.


Untuk itu,  wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut IX, yang meliputi Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga,  
minta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk mengingatkan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu untuk tidak berpolitik karena ini bukan lagi zamannya Pilkada.


"Seharusnya Bupati Tapteng berterima kasih ada tokoh yang ikut membantu warganya dalam penanganan bencana banjir dan longsor kemarin," sebutnya.


Untuk itu, lanjut Rahmansyah,  pihaknya akan menelusuri apakah ada pesan WA atau 'surat cinta' hingga rekaman Bupati, Wakil Bupati atau pihak Inspektorat yang memperingatkan kepada kepala desa dan lurah tersebut hingga dicopot, hanya karena menyampaikan ucapan terimakasih kepada mantan Bupati Bakhtiar Sibarani.


"Selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, ia meminta Gubernur dan  Inspektorat Sumatera Utara untuk proaktif menindaklanjuti kabar ini. Kami juga akan menyurati Kemendagri melalui Irjen Kemendagri, dan juga akan menyampaikan ke DPR RI maupun ke bapak Presiden Republik Indonesia terkait  persoalan ini," tegasnya.


Karena, lanjut Rahmansyah,  tanggung jawab bencana ini merupakan tanggung jawab kita bersama. "Jangan ada lagi politik yang dilakukan oleh kepala daerah. Saya ingatkan Bapak Bupati Masinton, bawa kami juga ketua partai di Tapanuli Tengah, yang memiliki kursi mayoritas di DPRD. Jika informasi yang beredar tersebut benar adanya, maka sangat kita  sesalkan," ucap Rahmansyah yang juga Ketua DPD Partai NasDem Tapteng. 


Sebagai putra daerah, Rahmansyah sangat menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dibawah kepemimpinan Masinton Pasaribu, maupun Camat Kecamatan Barus yang sampai saat ini tidak kunjung datang melihat warga  terdampak bencana di kecamatan terebut.


"Diantaranya warga Tambak Kelurahan Pasar Batu Gerigis maupun Bopet Desa Pasar Terandam yang rumahnya hancur. Memang musibah yang dialami warga saat ini tak  semudah membalikkan telapak tangan untuk menanganinya. Tapi minimal sekali saja datanglah dia (Masinton-red), maupun camatnya mengunjungi masyarakat untuk memberikan semangat," tuturnya.


Tapi anehnya, lanjut Rahmansyah, ketika mantan Bupati Bakhtiar Sibarani membantu masyarakat maupun  pemerintahan setempat saat itu justeru ada kesan kepala daerahnya seperti "kebakaran jenggot".


Dan perlu juga kita ingatkan bapak Bupati,  kalau berkunjung ke kecamatan janganlah pula tengah malam, seperti ke Ujung Batu.


"Bagaimana bisa tahu kondisi daerah itu sebenarnya, kalau datangnya larut malam," bebernya. Sembari berharap kondisi tersebut jangan sampai menimbulkan gejolak dan kemarahan masyarakat di Tapanuli Tengah.


Pada kesempatan itu, Rahmansyah juga sampaikan bahwa cukup banyak warga dari berbagai desa / kelurahan yang mengalami musibah bencana banjir meminta kita turun ke daerahnya.


"Melalui kesempatan ini, saya beri jawaban bahwa kita sangat berkeinginan datang kesana dengan sebatas kemampuan yang ada pada diri kita. Namun yang sangat kita jaga adalah hal seperti ini. Kasihan, Lurah dan Kepala Desa akan kenak copot kalau kita berkunjung ke daerah tersebut," ujar mantan Aktivis Mahasiswa ini.


"Makanya, sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara, kami kembali meminta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk betul-betul memperhatikan persoalan yang terjadi di Tapanuli Tengah," tambah Rahmansyah mengakhiri. (A-Tim)