Notification

×

Iklan


Iklan



Tinjau Normalisasi Sungai di Hutanabolon, Tito Karnavian Apresiasi Kinerja Bobby Nasution

Sabtu, 24 Januari 2026 Last Updated 2026-01-24T13:51:39Z


AyoMedan.com – Medan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera mengapresiasi kinerja Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution serta Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu dalam menangani dampak banjir dan longsor di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.


Tito menilai langkah inovatif dengan memanfaatkan sedimen sungai sebagai tanggul penahan merupakan solusi efektif dan efisien. Menurutnya, metode tersebut tidak hanya memperlancar aliran sungai, tetapi juga memperkuat perlindungan wilayah rawan banjir.


Kecamatan Tukka, khususnya Kelurahan Hutanabolon, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak banjir dan longsor pada akhir November 2025. Sungai yang melintasi kawasan tersebut dipenuhi lumpur, batu, dan kayu, sehingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga.


Pemerintah Provinsi Sumut bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng dan pemerintah pusat bergerak cepat melakukan normalisasi sungai. Sedimen serta material yang menyumbat aliran sungai dikeruk dan dimanfaatkan sebagai tanggul penahan di sepanjang bantaran sungai.


“Saya salut dengan ide ini, air jadi lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita terapkan bukan hanya di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumatera Barat,” ujar Tito Karnavian usai meninjau langsung pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka, Sabtu (24/1/2026).


Selain pembangunan tanggul, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga membangun jembatan penyeberangan sementara guna mempermudah mobilitas warga. Jembatan tersebut menghubungkan permukiman dengan area persawahan dan perkebunan masyarakat.


“Jembatan ini memang temporer, tetapi sangat bermanfaat karena mempermudah aktivitas masyarakat. Ide dan kerja samanya sangat baik,” kata Tito.


Gubernur Sumut, Bobby Nasution menambahkan, tanggul yang saat ini dibangun akan dipermanenkan agar mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat setempat. Panjang tanggul mencapai sekitar 10,5 kilometer dan dikerjakan melalui kolaborasi dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI, dan Polri.


“Sekarang masih dalam tahap pengerjaan. Sungai ini statusnya milik provinsi, sehingga ke depan tanggul di kanan dan kiri sungai akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri, dan Pemkab Tapteng,” jelas Bobby.


Selain meninjau normalisasi sungai di Tukka, rombongan juga meninjau rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansipahoras di Tapanuli Tengah. PLTA tersebut sebelumnya turut terdampak banjir dan longsor, namun kini telah kembali beroperasi untuk mendukung pasokan listrik di wilayah tersebut. (A-Red)