Notification

×

Iklan


Iklan



Dr Lily Minta Warga Medan Rayakan Imlek Secara Sederhana, Serukan Empati untuk Korban Banjir Bandang

Selasa, 03 Februari 2026 Last Updated 2026-02-03T14:04:03Z


AyoMedan.com – Medan. Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Lily, MBA, MH (foto), mengimbau warga Kota Medan yang akan merayakan Tahun Baru Imlek agar melaksanakannya secara sederhana dan penuh empati. Ia secara khusus meminta agar perayaan tidak diwarnai pesta kembang api, mengingat duka mendalam masih dirasakan masyarakat Sumatera Utara akibat bencana banjir bandang.


Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, bencana alam yang terjadi pada akhir November 2026 lalu telah meluluhlantakkan permukiman warga di sejumlah daerah. Ratusan korban jiwa, ribuan rumah, serta fasilitas umum rusak, dan ribuan warga hingga kini masih mengungsi.


“Sampai sekarang dampak banjir bandang itu masih sangat terasa. Meski di beberapa wilayah sudah mulai ada perbaikan, masih ada daerah yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur. Banyak warga kehilangan ladang dan mata pencaharian sehingga sangat membutuhkan bantuan pangan,” ujar Lily yang juga anggota Komisi II DPRD Medan, Senin (02/02/2026).


Ia menambahkan, para korban juga mengalami trauma mendalam. Pendampingan psikologis masih sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi mental warga yang kehilangan keluarga atau tempat tinggal. Selain itu, kebutuhan dasar seperti bahan pangan, air bersih, pakaian, serta perlengkapan pendidikan bagi anak-anak juga masih sangat mendesak.


“Terlebih mereka masih sangat trauma. Banyak yang kehilangan anggota keluarga, ada pula yang belum ditemukan. Selain pendampingan psikologis, bantuan logistik sangat dibutuhkan,” sebutnya.


Dengan mengingat kondisi tersebut, Lily mengajak masyarakat yang akan merayakan Imlek untuk menunjukkan empati dengan tidak berpesta secara berlebihan. Ia menilai, pesta kembang api di tengah suasana duka justru dapat melukai perasaan para korban bencana.


“Hendaknya jangan ada pesta kembang api. Kesan berpesta pora akan sangat kontras, sementara saudara-saudara kita di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Aceh, Sumatera Barat, serta beberapa kecamatan di Kota Medan masih berduka akibat bencana,” katanya.


Lily berharap, dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api dapat dialihkan untuk membantu para korban.


“Janganlah dulu kita berpesta. Masih banyak saudara kita yang sedang bersedih. Biarlah uang untuk kembang api kita gunakan untuk membeli sembako, air bersih, pakaian, atau kebutuhan sekolah. Mari kita ringankan beban mereka,” dipungkasinya. (A-Red)