Notification

×

Iklan


Iklan



Distribusi Antar Daerah Diperkuat, 1,05 Ton Cabai Karo Dikirim ke Palangka Raya untuk Tekan Inflasi

Kamis, 23 April 2026 Last Updated 2026-04-23T06:18:55Z



AyoMedan.com - Medan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Karo, dan Pemerintah Kota Palangka Raya kembali memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pelepasan pengiriman cabai merah keriting skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD), Rabu (22/4/2026).
Sebanyak 1,05 ton cabai merah keriting asal Kabupaten Karo dikirim ke Palangka Raya dalam tiga tahap. 


Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis di tengah ketimpangan produksi antarwilayah.


Pengiriman ini tidak hanya bersifat distribusi logistik semata, tetapi juga menjadi solusi konkret atas disparitas pasokan. Di satu sisi, Sumatera Utara—khususnya Kabupaten Karo sebagai sentra produksi—tengah mengalami surplus akibat panen serentak yang sempat menekan harga di tingkat petani hingga sekitar Rp12.000 per kilogram. 


Di sisi lain, Palangka Raya menghadapi keterbatasan pasokan yang berdampak pada tingginya harga cabai di tingkat konsumen.


Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan pasar. 


Bobby mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat, karena selain menstabilkan harga di daerah tujuan, program ini juga melindungi petani dari anjloknya harga saat panen raya.


“Kerja sama ini menjadi solusi dua arah, menjaga harga tetap wajar bagi petani sekaligus memenuhi kebutuhan daerah yang kekurangan pasokan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong penguatan pengendalian inflasi melalui pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.  


"Skema Kerja Sama Antar Daerah merupakan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan supply-demand serta meredam gejolak harga pangan," tuturnya.


“Sinergi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat agar distribusi komoditas strategis semakin efisien dan tepat sasaran,” katanya.


Ke depan, TPID Sumatera Utara berkomitmen memperkuat ekosistem pangan daerah, tidak hanya dari sisi distribusi, tetapi juga peningkatan produktivitas, efisiensi rantai pasok, hingga pemanfaatan digitalisasi sistem informasi pangan.


Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian inflasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan konsumen. (A-Red)