AyoMedan.com - MEDAN. Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, mendesak PT PLN (Persero) segera melakukan evaluasi total terhadap sistem kelistrikan menyusul terjadinya pemadaman massal (blackout) yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara sejak Jumat (23/5/2026) sore hingga Sabtu (24/5/2026) pagi.
Pemadaman yang berlangsung rata-rata hingga 12 jam itu dinilai telah melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian besar, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pelayanan publik.
“Masalah listrik ini menyangkut hajat hidup orang banyak. PLN harus serius melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” tegas Sutarto, Sabtu (24/5/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menilai blackout yang terjadi bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan persoalan serius yang berdampak langsung terhadap roda perekonomian, pelayanan kesehatan, hingga aspek keamanan masyarakat.
“UMKM terdampak karena aktivitas usaha terhenti. Pelayanan kesehatan juga terganggu. Belum lagi persoalan keamanan di berbagai daerah akibat padamnya listrik dalam waktu lama,” ujarnya.
Karena itu, Sutarto meminta PLN tidak hanya fokus pada pemulihan jaringan, tetapi juga segera menyusun strategi mitigasi yang jelas dan terukur untuk mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang.
Menurutnya, langkah mitigasi harus diawali dengan investigasi menyeluruh terhadap sistem transmisi dan distribusi kelistrikan yang ada, termasuk evaluasi kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem.
Selain itu, Sutarto juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dari PLN kepada masyarakat. Ia meminta setiap potensi pemadaman susulan diumumkan secara cepat, akurat, dan real time agar masyarakat dapat melakukan antisipasi.
“Kalau memang ada pemadaman susulan, sampaikan secara terbuka dan akurat kepada masyarakat. Jangan sampai warga panik karena minim informasi,” katanya.
Di sisi lain, Sutarto turut mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat energi sebagai langkah kolektif menjaga stabilitas kebutuhan listrik.
“Penghematan energi bisa dimulai dari hal sederhana di rumah, seperti mengurangi penggunaan listrik berlebihan, hemat BBM, dan penggunaan energi secara bijak,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kelistrikan yang menyebabkan sebagian wilayah Pulau Sumatera mengalami blackout.
Darmawan menjelaskan, indikasi awal gangguan berasal dari jaringan transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi yang diduga terdampak gangguan cuaca ekstrem.
"Akibat gangguan tersebut, sistem transmisi keluar dari jaringan interkoneksi kelistrikan Sumatera dan memicu pemadaman di sejumlah wilayah," tutupnya. (A-Red)