AyoMedan.com - MEDAN. Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda (foto), menyoroti keras pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Kota Medan dan sebagian besar wilayah Sumatera Utara selama lebih dari 24 jam.
Menurut Politikus Partai PKS ini, kondisi tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga roda perekonomian. Pemadaman berkepanjangan membuat banyak warga mengalami kerugian, mulai dari terganggunya usaha dan UMKM, rusaknya bahan makanan, terhambatnya akses air bersih, hingga lumpuhnya jaringan komunikasi dan aktivitas rumah tangga.
“Saya selaku Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan menyampaikan keprihatinan mendalam atas blackout yang terjadi lebih dari 24 jam. Ini bukan sekadar gangguan biasa, tetapi sudah sangat mengganggu kehidupan masyarakat,” tegas Datuk Iskanda, Sabtu (23/5/2026).
Dia mengaku memahami adanya gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera, sebagaimana disampaikan pihak PLN. Namun demikian, masyarakat dinilai berhak mendapatkan kepastian serta informasi yang jelas terkait penanganan dan proses pemulihan listrik.
“Masyarakat membutuhkan kepastian, transparansi informasi, dan percepatan pemulihan nyata di lapangan. Jangan sampai warga dibuat bingung dan panik karena minimnya informasi resmi,” ujarnya.
Datuk Iskandar juga mendesak PLN segera mengambil langkah konkret agar kondisi kembali normal tanpa pemadaman bergilir yang berkepanjangan. Selain itu, ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan guna mencegah blackout besar kembali terulang di masa mendatang.
Tidak hanya itu, Datuk juga meminta Pemko Medan mendesak PLN untuk mempertimbangkan pemberian kompensasi kepada pelanggan terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami harap Pemko Medan mendorong PLN memastikan seluruh wilayah Kota Medan segera kembali normal. Evaluasi total harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” katanya.
Di tengah situasi darurat tersebut, Datuk turut mengapresiasi para petugas teknis PLN yang terus bekerja siang dan malam untuk memulihkan sistem kelistrikan.
“Kami menghargai kerja keras petugas di lapangan yang tetap berjuang melakukan pemulihan di tengah kondisi sulit,” ucapnya.
Ia menambahkan, peristiwa blackout ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan pihak terkait untuk memperkuat ketahanan energi serta sistem mitigasi kelistrikan di Sumatera Utara.
“Listrik hari ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi penopang utama aktivitas kota. Ketahanan energi harus menjadi perhatian serius ke depan,” dipungkasinya. (A-Red)