Notification

×

Iklan


Iklan



Antonius Tumanggor: Rico Waas Berobat ke Luar Negeri Hak Setiap Warga Negara, Jangan Dipolemikkan

Minggu, 17 Mei 2026 Last Updated 2026-05-17T14:40:44Z


AyoMedan.com - MEDAN. Ketua Umum Sopo ATRestorasi Bersatu, Antonius Devolis Tumanggor S.Sos, menilai keberangkatan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk menjalani pengobatan ke luar negeri merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dipolemikkan secara berlebihan.


Menurut Antonius, setiap warga negara, termasuk kepala daerah, memiliki hak memperoleh pelayanan kesehatan terbaik sebagaimana dijamin dalam berbagai regulasi negara, mulai dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah hingga Peraturan Presiden terkait pelayanan kesehatan dan hak publik.


“Kesehatan adalah hak dasar manusia. Siapa pun, termasuk kepala daerah, memiliki hak untuk berobat demi keselamatan dan keberlangsungan hidupnya,” ujar Antonius kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).


Anggota DPRD Kota Medan yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem itu menegaskan, kepergian Rico Waas ke luar negeri tidak bisa langsung dikaitkan dengan pelanggaran etika pemerintahan. Apalagi, wali kota telah menyampaikan bahwa keberangkatannya sudah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan tidak menggunakan dana APBD.


“Kalau tidak menggunakan APBD dan sudah melapor kepada Mendagri, lalu di mana letak persoalannya? Jangan semua hal digiring menjadi opini negatif,” tegasnya.


Antonius meminta publik dapat membedakan antara kepentingan pribadi terkait kesehatan dengan penggunaan fasilitas negara. Ia menilai penjelasan yang disampaikan Rico Waas kepada masyarakat sudah cukup terbuka dan transparan.


Menurutnya, hak memperoleh pelayanan kesehatan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang wajib dijamin negara tanpa membedakan jabatan maupun status sosial seseorang.


“Pemimpin itu bukan mesin. Mereka juga manusia yang punya keterbatasan fisik dan membutuhkan perawatan kesehatan,” katanya.


Dia menambahkan, selama roda pemerintahan tetap berjalan dan pelayanan publik kepada masyarakat tidak terganggu, maka keberangkatan kepala daerah untuk berobat tidak seharusnya menjadi polemik berkepanjangan.


“Yang terpenting tata kelola pemerintahan tetap berjalan, pelayanan masyarakat tidak terganggu, dan seluruh prosedur administrasi telah dipenuhi,” ujarnya.


Antonius juga mengajak masyarakat Kota Medan untuk tetap menjaga suasana kondusif serta mendukung proses pemulihan kesehatan Wali Kota Medan agar dapat kembali menjalankan tugas secara maksimal.


Menurutnya, masyarakat seharusnya lebih mengedepankan empati dan rasa kemanusiaan dibanding membangun narasi yang dapat memperkeruh situasi.


“Dalam budaya ketimuran, mendoakan orang sakit jauh lebih mulia daripada menghakimi tanpa memahami keadaan sebenarnya,” ucapnya.


Antonius menilai keterbukaan yang telah disampaikan Rico Waas kepada publik patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin kepada masyarakat.


“Kejujuran dan keterbukaan pemimpin kepada rakyat adalah modal penting dalam membangun kepercayaan publik,” tandas Antonius.


Di akhir pernyataannya, Antonius kembali menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak mendasar setiap manusia tanpa memandang jabatan maupun status sosial.


“Kesehatan bukan kemewahan, melainkan hak asasi setiap manusia. Pemimpin yang menjaga kesehatannya sejatinya sedang menjaga tanggung jawabnya kepada rakyat,” dipungkasinya. (A-Red)