Notification

×

Iklan


Iklan



Cuaca Ekstrem Terjang Medan, MAI Desak Pemko Audit Pohon Rawan Tumbang dan Bentuk Crisis Center Terpadu

Jumat, 05 Juni 2026 Last Updated 2026-06-05T06:33:37Z


AyoMedan.com - MEDAN. Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan dalam beberapa hari terakhir memicu keprihatinan DPC Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Rabu (3/6) hingga Kamis (4/6) tidak hanya menyebabkan genangan di sejumlah kawasan permukiman, tetapi juga mengakibatkan banyak pohon tumbang yang membahayakan keselamatan warga.

Salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi di Jalan Mahkamah, Kecamatan Medan Kota, ketika sebuah rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon berukuran besar yang tumbang saat cuaca buruk melanda.

Menanggapi kondisi tersebut, MAI mendesak Pemerintah Kota Medan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH), khususnya terkait pemeliharaan pohon pelindung di sepanjang jalan protokol dan kawasan permukiman.

Ketua DPD MAI Sumatera Utara, M. Khalil Prasetyo, menilai rentetan kejadian akibat cuaca ekstrem menunjukkan masih lemahnya sistem mitigasi dan tata kelola risiko bencana di lingkungan Pemko Medan.

"Mitigasi bencana daerah belum terintegrasi dengan baik dengan pemeliharaan infrastruktur vital seperti drainase, jaringan kelistrikan, dan pohon peneduh jalan. Setiap kali hujan deras turun, masyarakat kembali menghadapi banjir, pohon tumbang, hingga pemadaman listrik. Pemko Medan harus lebih fokus pada langkah pencegahan yang terukur, bukan hanya bergerak setelah bencana terjadi," tegas Khalil Prasetyo, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, diperlukan sistem koordinasi yang lebih efektif antarinstansi agar penanganan dampak cuaca ekstrem dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.

Untuk itu, MAI mendorong pembentukan Crisis Center Terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas SDABMBK, BPBD, hingga PLN.

"Kami merekomendasikan pembentukan Crisis Center Terpadu sebagai pusat komando darurat. Dengan sistem ini, seluruh instansi terkait dapat bekerja secara simultan dan sinkron dalam mengantisipasi maupun menangani dampak cuaca ekstrem, bukan berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC MAI Kota Medan, Suwarno, SE, MM, didampingi Sekretaris Zullifkar AB dan Bendahara Said Ilham, menilai banyaknya pohon tumbang tidak dapat sepenuhnya dianggap sebagai faktor alam semata.

Menurutnya, minimnya pemeliharaan dan pemangkasan pohon secara berkala turut berkontribusi terhadap tingginya risiko pohon tumbang saat diterpa angin kencang.

"Kami melihat masih banyak pohon di jalan-jalan protokol yang memiliki dahan terlalu rimbun dan berpotensi membahayakan. Pemangkasan preventif seharusnya dilakukan secara rutin. Jangan sampai petugas baru bergerak setelah terjadi kerusakan atau ada korban. Pola penanganan seperti ini harus segera diubah," kata Suwarno.

Mengacu pada peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut hingga Sabtu (6/6/2026), MAI mendesak DLH Kota Medan segera melakukan audit dan pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang, terutama di kawasan rawan angin kencang dan jalur padat aktivitas masyarakat.
Suwarno menegaskan bahwa keamanan ruang publik merupakan hak masyarakat yang wajib dijamin pemerintah.

"Jangan sampai kejadian serupa terus berulang dan menggerus kepercayaan masyarakat kepada Pemko Medan. Ruang publik harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi warga, bukan menjadi ancaman bagi keselamatan mereka," dipungkasinya. (A-Red)